Aku yakin aku akan baik-baik saja. Patah hati bukanlah sesuatu yang besar bagiku, karena perasaanku yang tak berbalas hanya akan kuhargai sebagai bagian dari hidup. Aku yakin aku sanggup melewati ini dengan tenang.
Ketika kubilang pada sahabatku bahwa aku baik-baik saja, bahwa perasaanku tak terpengaruh, bahwa tak masalah jika dia tak menyukai aku juga, itu memang benar. Aku sadar bahwa aku tak bisa menguasai hati orang lain. Jika aku tak mampu masuk ke dalam hatinya, tak apa. Jika ternyata dia lebih memilih orang lain, tak masalah. Aku hanya ingin yang terbaik baginya, bahkan jika itu berarti harus melepaskan cintaku.
Sejak awal, sebelum aku mengungkapkan perasaanku padanya, aku sudah siap untuk kekecewaan. Jadi, saat kudapati bahwa ia tak merasakan hal yang sama, aku tak begitu terkejut. Aku telah mempersiapkan hatiku untuk hal ini, dan sekarang aku hanya perlu melaluinya dengan tenang.
Aku tetap menjalani hari-hariku seperti biasa. Aku ingin dia tahu bahwa aku juga memiliki kesibukan yang sama, bahwa aku juga memiliki kehidupan yang penuh aktivitas. Aku terus menjalani hidupku tanpa terganggu oleh patah hati, seolah itu bukanlah masalah besar bagiku.
Pada akhirnya, semuanya hancur. Saya tidaklah sehebat yang saya pura-pura. Rasa sedih dan tidak berharga menghantui pikiran saya, membuat tidur menjadi sulit. Saya akhirnya akan menangis, lalu tertidur dengan lesu.
Efek patah hati memang menyakitkan. Namun, saya yakin saya bisa melewati ini dengan selayaknya. Patah hati hanyalah satu fase dari sekian banyak dalam hidup, dan saya akan baik-baik saja. Saya akan berusaha sekuat tenaga.
Mungkin kali ini akan menjadi terakhir saya menyebutkan doa-doa baik untuknya, semoga ia mendapat kebahagiaan yang berlimpah.



Posting Komentar