Penyebab munculnya benjolan di belakang telinga bisa bermacam-macam. Mereka bisa berukuran besar atau kecil. Ada banyak faktor yang dapat menjadi pemicu benjolan ini, dari yang sepele hingga yang memerlukan perhatian medis serius. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait. Terkadang, benjolan tersebut bisa menjadi indikasi dari masalah kesehatan yang lebih serius. Jadi, penting untuk memahami apa yang menyebabkan benjolan tersebut muncul dan gejala apa yang ditimbulkannya.
Pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga adalah salah satu penyebab umum benjolan di daerah tersebut. Kelenjar getah bening berperan dalam melawan infeksi dan membersihkan racun dari tubuh. Mereka terletak di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, leher, pangkal paha, panggul, dan perut. Pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi akibat infeksi atau penyakit lain, yang sering kali tidak serius. Namun, jika benjolan tidak kunjung hilang dan tumbuh dengan cepat, bisa jadi tanda adanya kanker.
Selain itu, kista sebasea juga bisa menjadi penyebab benjolan di belakang telinga. Kista ini biasanya terbentuk di bawah kulit dan berisi protein keratin yang memiliki bau tidak sedap. Meskipun kista sebasea umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, jika terjadi infeksi, bisa berkembang menjadi abses yang perlu penanganan medis.
Mastoiditis adalah kondisi ketika infeksi telinga menyebabkan infeksi pada tulang mastoid di belakang telinga. Gejala yang ditimbulkan meliputi pembengkakan di belakang telinga, demam, nyeri telinga, gangguan pendengaran, dan kemerahan pada telinga.
Beberapa kasus benjolan di belakang telinga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti kanker, terutama pada daerah kepala dan leher. Gejala kanker pada area tersebut meliputi benjolan di belakang telinga, kesulitan menelan, sakit tenggorokan yang tidak membaik, dan suara serak. Kanker kelenjar ludah juga bisa menyebabkan benjolan di belakang telinga.
Untuk pengobatan rumahan, beberapa jenis benjolan di belakang telinga bisa diatasi dengan cara alami. Misalnya, kista sebasea bisa diobati dengan minyak pohon teh, sedangkan pembengkakan kelenjar getah bening bisa dikurangi dengan berkumur menggunakan larutan air garam atau kunyit. Nyeri akibat mastoiditis bisa diobati dengan meneteskan minyak Mullein hangat ke telinga yang terinfeksi.
Meskipun pengobatan rumahan bisa membantu mengatasi beberapa kasus benjolan di belakang telinga, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika gejala tidak kunjung membaik. Kesehatan adalah hal yang sangat berharga, jadi jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika diperlukan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih.


