Aku bingung, hatiku terasa hampa saat melihat percikan api di matamu
Namun dengan cepat aku menepisnya agar tidak membiarkan rasa sakit di antara kita berkembang
Aku pernah menolak ketulusan yang kau berikan padaku
Bahkan aku pernah mengabaikan keberadaanmu dalam hidupku
Semakin aku berlari menjauh, semakin aku kehilangan arah yang harus aku ikuti
Aku menutup mata terhadap perasaan yang kau miliki padaku
Aku mencoba melupakan namamu dalam setiap hembusan napasku
Aku ingin menjadi seperti bintang yang bersinar terang bagi siapapun yang melihatnya
Entahlah...
Kau adalah makhluk yang langka yang diciptakan oleh Sang Pencipta
Meskipun aku sangat yakin bahwa kau membenciku
Kau tetaplah dekat, meskipun aku tahu betapa besar kebencianmu terhadap diriku
Kau tidak pernah meninggalkanku saat aku merasakan banyak rasa sakit yang aku ciptakan
Ketika aku lelah...
Aku teringat bahwa ada seseorang yang siap mendengarkan keluh kesahku
Namun, semuanya tidak akan pernah sama seperti dulu
Karena hari-hari telah tergores dan menyisakan luka yang sulit sembuh
Meskipun ada obat mujarab, yang paling ampuh adalah waktu
Dan kemudian...
Apakah kita akan dibiarkan tersesat dalam kegelapan?
Atau mungkin kita bisa mengubah hari yang kelam menjadi penuh warna?
Entahlah...
Yang dapat aku lakukan hanyalah meraih tanganmu dan meminta maaf atas kesalahanku
Terdiam dalam doa setiap malamku
Lalu....
Tetesan air itu selalu muncul setiap kali kamu mengingat luka yang pernah ku berikan
Tidak mudah, namun aku tahu kamu berusaha untuk melupakannya
Karena itu adalah mimpi buruk bagi kita untuk dijalani
Aku tidak bisa mengubah masa lalu
Aku tidak bisa lagi berlari menjauh darimu
Karena dunia yang telah kamu ciptakan bagiku
Adalah kehidupan tanpa tipu-tipu yang muncul dari ketulusan hati
Lalu....
Kita menuliskan cerita dengan tinta yang sama, bergantian
Tidak lagi sendiri
Karena kita berdua tidak ingin meninggalkan dunia ini
Namun kita belum siap untuk pergi
Kita mengisi dunia ini dengan warna-warni kehidupan yang akan menjadi kisah
Membawa hikmah sebelum tidur
Tidak selamanya kegelapan akan bertahan
Dan tidak selamanya pelangi akan tersenyum
Kita harus menciptakan pelangi
Setidaknya dalam hati kita






0 comments:
Posting Komentar