Jiwamu mengembara di dalam hutan yang gelap pada malam yang sunyi. Ah, apakah kau pikir semua kejahatanmu itu adalah sumber kehidupan? Ingatlah, kau yang berlayar di lautan dusta. Yang hidup dalam ilusi palsu. Air mata korban yang menangis, menyuarakan deritamu. Dengarkan keluhanku, teman. Sejarah busukmu, mirip lumut di batu. Terjebak dan terpuruk dalam pengejaran cahaya. Kau akan terbakar, teman!
Aku mencoba menyisihkan sehelai rambut di dahiku tentang mimpi buruk ini. Dan aku menyadari, teman, kau lebih kejam daripada anak yang memperkosa ibunya! Bumi pun akan memuntahkan jasadmu. Teruslah berkelana, selamat jalan, teman. Terhanyut di antara lembayung senja.
Minggu, 12 April 2026
Filled Under
Kata Mutiara
Buatku, Lembayungku menemanimu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar