Selasa, 16 Juni 2026

Pria yang memiliki jari manis lebih panjang cenderung rentan terkena kanker prostat

Posted By: Aa channel media - Juni 16, 2026


Satu lagi misteri terungkap di balik ukuran jari manis pria yang lebih panjang. Baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa pria dengan jari manis yang lebih panjang dari pada jari telunjuk memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker prostat.


Sebuah tim peneliti dari Universitas Gachon melakukan studi terhadap 366 pria yang rata-rata berusia 40 tahun dan mengalami keluhan sakit saat buang air kecil, yang merupakan gejala kanker prostat. Para peneliti kemudian mengukur panjang jari-jari tangan kanan para pria tersebut, dari pangkal hingga ujungnya, dan menemukan bahwa jari manis mereka cenderung lebih panjang daripada jari telunjuk.

Hasil pengukuran jari-jari tersebut kemudian dibandingkan dengan tes darah, dan ditemukan bahwa kadar prostate specific agent (PSA) pada pria-pria tersebut dua kali lebih tinggi dibandingkan pria normal. PSA merupakan indikator kanker prostat, dan kadar yang tinggi menunjukkan risiko yang lebih besar untuk mengidap penyakit tersebut.

Para ahli mengungkap bahwa perbedaan panjang jari pada tangan kanan lebih jelas terlihat karena dipengaruhi oleh kondisi hormonal selama dalam kandungan. Hormon testosteron, yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker, juga berperan dalam pembentukan panjang jari. Oleh karena itu, digit ratio (perbandingan panjang jari) dapat dipakai sebagai prediktor risiko kanker prostat.

Sebelumnya, penelitian dari Universitas Mainz, Jerman, menemukan bahwa pria dengan jari manis panjang cenderung menyukai kecepatan, bahaya, mengambil risiko, dan parkir sembarangan. Sementara penelitian dari Sekolah Arkeologi, Klasik, dan Mesir Universitas Liverpool mengungkap bahwa pria dengan jari panjang lebih cenderung temperamental, agresif, dan maskulin.

Jadi, panjang jari manis ternyata tidak hanya mempengaruhi risiko kanker prostat, tetapi juga dapat mengungkapkan sifat dan emosi seseorang secara keseluruhan.



0 comments: