Selasa, 16 Juni 2026

Isi Otak Remaja memuat konten yang menginspirasi dan memacu perkembangan kognitif generasi muda

Posted By: Aa channel media - Juni 16, 2026


Remaja seringkali memiliki pemikiran dan perilaku yang tak terduga bagi orangtua dan masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk sedikit "mengintip" isi pikiran remaja. Pada orang dewasa, berbagai bagian otak bekerja sama untuk mengevaluasi pilihan, membuat keputusan, dan bertindak sesuai dengan situasi yang ada. 


Namun, otak remaja tidak berfungsi dengan cara yang sama karena beberapa bagian otak belum berkembang sepenuhnya. Otak remaja masih memiliki koneksi yang longgar sehingga sistem kontrolnya belum sempurna.


Kontrol otak terletak pada korteks prefrontal, yang bertanggung jawab atas penilaian, pengendalian impuls, dan pemahaman emosi. Bagian ini berkomunikasi dengan bagian lain otak melalui sinapsis, yang pertumbuhannya lebih cepat pada usia remaja. 

Namun, terlalu banyak sinapsis dapat menyebabkan masalah karena otak cenderung mempertahankan bagian yang paling sering digunakan dan menghapus yang kurang penting.

Proses pengurangan sinapsis dimulai dari bagian belakang otak dan bergerak ke depan, sehingga korteks prefrontal, yang penting untuk kontrol diri, adalah yang terakhir berkembang sepenuhnya. Karenanya, kontrol diri pada remaja belum begitu matang dan baru akan sempurna pada usia 20-an

Tanpa kontrol diri yang baik, remaja cenderung menggunakan bagian belakang otak untuk mengambil keputusan, sementara orang dewasa menggunakan lobus frontal untuk proses pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Selain itu, otak orang dewasa lebih responsif terhadap kesalahan, dapat mendeteksinya dengan cepat, sementara otak remaja tidak begitu sensitif terhadap kesalahan. Nucleus accumbens, bagian otak yang mencari kesenangan dan imbalan, sudah berkembang dengan baik sejak remaja. Aktivitas bagian ini meningkat saat menerima imbalan atau kesenangan, terutama yang bersifat menengah hingga besar.



0 comments: