Untuk kesekian kalinya, aku merasakan hal yang sama yang tak pernah bisa terlupakan selama hidup masih bersarang dalam jiwa hampa. Kesakitan yang begitu menyakitkan menusuk hingga ke dalam urat-urat syaraf yang ada dalam tubuh ini. Kau, telah menghilang begitu lama dari kehidupanku, namun mengapa kesakitan ini masih tetap kau berikan padaku?
Aku tak pernah mendapatkan jawaban dari semua kebenaran tentangmu. Kebenaran yang kau putar-balik hingga menjadi sebuah kesalahan yang kau timpakan padaku. Akibatnya, aku tak lagi mengenal kebenaran, ketulusan, bahkan rasa kasih yang murni. Aku hanya bisa menghujat siapapun yang mendekat, menyalahkan keadaan yang tak salah.
Tak pernah terjawab tanyaku, tak pernah terkira perihku. Mengapa ada kemanisan jika akhirnya akan berbuah kepahitan seperti ini? Mengapa ada hujatan jika dulunya sebuah rayuan dalam kehangatan? Harusnya kita saling mengkaji ulang, bukan saling memaki. Walau kini kita tak lagi bersama, bukankah dulu kita pernah bersatu? Bukankah dulu kita pernah saling menukar impian?
Buka mata hatimu, dengarlah bisikan sang hati. Aku tahu, takkan ada tersisa dari hatiku tentangmu. Takkan ada harapanku untuk menyatukan hatiku dengan hatimu lagi. Kau pun tahu itu semua takkan pernah bisa kembali sempurna, karena kita, manusia terkeras yang pernah dimiliki dunia.
Tidak peduli apa yang kau ucapkan adalah doamu, apa yang kau lakukan adalah karmamu di hari depan. Buah takkan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Janganlah pongah karena tak selamanya kau dapat menutupi semuanya, hal yang pernah terbuka lebar karena aku. Sebelum kau memohon maafku, aku telah memaafkanmu.
Maafkan aku juga yang tak bisa membawa kebaikan dalam hidupmu. Jangan pernah usik aku lagi, walau itu adalah hujatanmu padaku. Jangan pongah pada hatimu, berdamailah dengan hatimu untuk hari yang lebih baik. Aku minta maaf, aku pergi.
Minggu, 12 April 2026
Filled Under
Kata Mutiara
Maafkan saya ya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar