Hati saya lelah tapi tidak dapat berhenti untuk sejenak menghilangkannya. Mata saya lelah tapi tidak dapat terpejam. Otak saya lelah untuk memikirkan tentang hidup tapi tidak bisa berhenti memikirkannya. Ya Allah, ya Rohman, ya Rohim, mengapa saya selalu merasa lelah memikirkan apa yang melanda hidup saya? Pernahkah saya berpikir untuk menjadi mereka yang ada di Sleman, Boyolali, Magelang, dan sekitarnya? Sebesar apa pun derita saya, saya merasa sebesar Merapi. Apa yang bisa saya lakukan untuk mereka? Tak ada, hanya doa dari kejauhan untuk mereka.
Pernahkah mereka ingin menjadi orang lain? Tidak pernah! Karena mereka terlalu sibuk menyelamatkan jiwa mereka, tanpa sempat memikirkan apapun. Mengapa kita yang sangat beruntung selalu mengeluh tentang cinta, sakit hati, atau hal duniawi? Ya Allah, ya Rohman, ya Rohim, dibalik derita mereka, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang beruntung. Mendapatkan ujian untuk sebuah janji-Mu atas hidup mereka. Sekarang mereka tak merasakannya karena yang ada hanya rasa duniawi.
Saya harap mereka mendapatkan kemuliaan dalam penderitaan seperti janji Allah bagi orang-orang yang tabah. Hati saya lelah berharap pada hal yang kosong, tapi saya tak pernah lelah untuk berharap akan janji Allah dalam hidup saya, karena semua adalah garisannya.
Mata saya lelah menatap layar kaca karena hanya ada berita bencana, tapi saya yakin dibalik ini semua Allah punya rencana yang sangat indah untuk kita. Otak saya lelah memikirkan cara yang tepat untuk berada dekat dengan mereka, tapi saya yakin tanpa kehadiran saya, Allah mendengarkan doa-doanya.
Mata, hati, otak, jiwa saya terlalu lelah tapi saya tak bisa berhenti, karena Allah memberikan harta yang paling berharga, nafas. Selalu mensyukuri apa yang saya miliki adalah jalan terbaik untuk hidup lebih baik.
Minggu, 12 April 2026
Filled Under
Kata Mutiara
Berkatilah, dan syukurilah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar