Saya belajar bahwa kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintai kita. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah memberikan kasih sayang kepada orang yang kita sayangi. Saya juga menyadari bahwa membangun kepercayaan membutuhkan waktu yang panjang, tetapi hanya butuh sekejap untuk menghancurkannya.
Dengan sahabat terbaik, kita bisa menjalani banyak petualangan dan selalu menikmati waktu yang menyenangkan. Seseorang yang awalnya saya anggap jahat bisa menjadi sumber inspirasi dalam hidup saya dan sangat peduli terhadap saya. Persahabatan sejati akan terus berkembang meskipun terpisah oleh jarak, bahkan mungkin berkembang menjadi cinta sejati. Ketika seseorang tidak menunjukkan perhatian, bukan berarti dia tidak mencintai kita.
Saya belajar untuk memberikan maaf kepada diri sendiri dan orang lain agar tidak terus merasa bersalah. Lingkungan memang bisa mempengaruhi kita, tetapi kita juga harus bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan. Tidak ada yang instan di dunia ini, semuanya memerlukan proses dan pertumbuhan kecuali kesedihan.
Saya harus memilih apakah saya akan mengendalikan sikap dan emosi saya atau sebaliknya. Percakapan manis tanpa tindakan hanya akan sia-sia ketika berpisah dengan orang yang kita cintai. Orang yang kita sayangi mungkin akan pergi dari kehidupan kita, tetapi cinta lah yang memberikan makna pada hidup ini.






0 comments:
Posting Komentar