Bismillahirrahmanirrahim...Assalamualaikum kepada pembaca yang budiman sekalian.. Selawat dan salam untuk junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w. Rasulullah s.a.w. bersabda, bahwa "Neraka diselimuti dengan kenikmatan syahwat, sedangkan syurga diselimuti dengan hal-hal yang tidak disukai." Jangan sekali-kali berpikir bahwa setelah kita melakukan segala cara untuk mencapai syurga, syaitan akan diam saja. Namun, ia pasti akan berusaha untuk menyesatkan langkah kita dari jalan menuju syurga.
Syaitan melakukan berbagai teknik dan cara; jika cara kasar tidak berhasil, maka ia akan mencoba dengan cara yang lebih halus.
Salah satu cara syaitan adalah dengan menanamkan rasa puas dalam diri manusia, yaitu rasa bahwa dirinya sudah sangat suci dan cukup dalam ibadahnya. Sehingga seseorang merasa layak menjadi orang yang terpilih untuk masuk syurga atas bumi ini. Perasaan seperti ini disebut ujub dan hal ini dapat menghapuskan amal saleh yang telah kita lakukan.
Para orang saleh tidak mudah tertipu olehnya. Hanya orang yang bodoh lah yang seringkali terjebak.
Seseorang pernah berkata kepada al-'Ala' bin Ziyad : "Semalam saya bermimpi melihatmu di dalam surga."
Al-'Ala' menjawab : "Celaka engkau. Bukankah syaitan juga bisa menipu orang lain selain kita berdua?"
Oleh karena itu, sikap tawaduk harus selalu ada dalam hati kita. Jangan pernah merasa bahwa diri kita sudah baik dan suci, sehingga kita merasa berhak untuk menghakimi orang lain sesuai dengan keinginan kita. Tawaduk dan rendah hati adalah sifat utama bagi orang-orang yang akan masuk syurga. Orang yang sombong dan angkuh tidak akan mendapat tempat di syurga meskipun amal ibadahnya sebesar atau setinggi gunung.
Rasulullah s.a.w. bersabda, bahwa "Tidak akan masuk syurga bagi orang yang memiliki sebutir kesombongan dalam dirinya." Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari sifat yang tidak diinginkan tersebut.





0 comments:
Posting Komentar