Selasa, 10 Maret 2026

Saat Kesehatan Tanpa Dosa

Posted By: Aa channel media - Maret 10, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Alhamdulillah, semua puji bagi Allah, salawat dan salam untuk Nabi kita tercinta, Muhammad s.a.w. Pada artikel sebelumnya, saya telah berbagi tentang artikel berjudul Maksiat Dosa yang Meresahkan. Kali ini, kita akan membahas tentang isu Saat Kesehatan Tanpa Dosa.

Sudah lama umat Islam diingatkan oleh Allah dalam Al-Quran melalui ayat-Nya yang artinya: "Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu." (Surah Ali 'Imran 3:185) Oleh karena itu, orang yang memiliki pengetahuan akan hal ini, seperti Sayyidina Ali, tidak ingin tertipu oleh dunia. Beliau pernah mengatakan: "Hai dunia, tipulah orang lain selain daripada aku. Aku telah menceraikanmu dengan talak tiga. Umurmu singkat, penghakimanmu sulit, dan bahayamu besar. Sungguh, bekalku sedikit, perjalanan panjang, dan jalanku sepi!"

Para sahabat, salafussoleh, dan orang-orang soleh zaman sekarang selalu merasa tenteram dan jarang mengalami sakit jantung. Para ahli medis mengonfirmasi bahwa siapa pun yang tidak bisa mencapai ketenangan saat menghadapi ujian di dunia modern, akan jauh dari penyakit saraf. Dari mana lagi kita bisa mendapatkan ketenangan abadi dan hakiki selain dengan mengingat Allah?

Allah s.w.t. berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Surah al-Ra'd 13:28) Orang yang senantiasa mengingat Allah pasti akan menjauhi maksiat.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah s.a.w. mengungkapkan bahwa ketika seseorang beriman kepada Allah (yaitu ketika mengingat Allah), maka ia tidak akan melakukan maksiat. Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa "Seorang penzina tidaklah beriman ketika berzina. Seorang pencuri tidaklah beriman ketika mencuri. Seseorang yang meneguk arak tidaklah beriman ketika meneguknya. Dan orang yang merampas harta yang tinggi nilainya tidaklah beriman ketika ia merampasnya." (Riwayat al-Bukhari)

Pelaku maksiat biasanya melupakan Allah saat melakukannya. Saat mereka melupakan Allah, maka tidak akan ada kedamaian yang dirasakan. Maksiat hanya akan menimbulkan ketegangan dan kegelisahan. Orang-orang yang hidup dalam kegelisahan akan rentan terhadap masalah jantung. Jika kemudian mereka bertaubat, Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, namun bagaimana dengan kesehatan mereka?

Anti bodi Rohani
Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menghasilkan berbagai jenis antibodi yang sesuai dengan musuh yang dihadapinya. Antibodi tidaklah hanya satu jenis. Sesuai dengan struktur setiap musuh, tubuh akan menciptakan antibodi khusus yang kuat untuk melawan penyakit. Inilah betapa besar nikmat Allah. Namun, bagi orang yang damai, mereka dianugerahi "antibodi" yang lebih kuat dari dalam hati mereka yang mampu mengatasi kegelisahan, kekhawatiran, kesedihan, kekecewaan, dan keputusasaan.

Maka, mari kita keluarkan "antibodi" itu! Ketika kita dihadapkan pada masalah, kita dapat melawan dengan menyadari bahwa kita adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya (arti istirja'). Orang beriman dapat menghadapi ujian dengan tenang karena yakin bahwa setiap ujian adalah bentuk pengajaran dari Allah yang bertujuan untuk menghapus dosa, memberikan pahala, atau meningkatkan derajat di sisi-Nya.

Pada saat itu, kekuatan dalam dirinya akan muncul ("antibodi" rohani). Ya, Allah menciptakan ujian yang memunculkan kekuatan dalam dirinya yang tidak akan muncul tanpa diuji! Hasilnya adalah ketenangan jiwa. Dan orang yang mempertahankan ketenangan saat dihadapkan pada ujian dunia modern akan jauh dari penyakit saraf.

Lihatlah kehidupan orang-orang yang dekat dengan Allah. Mereka meninggalkan dosa dan senantiasa meningkatkan ibadah, sehingga hati mereka tidak takut dan cemas terhadap urusan dunia. Mereka mendapatkan sumber ketenangan. Allah berfirman bahwa wali-wali-Nya tidak merasa takut dan cemas terhadap urusan dunia. Mereka menjalani hidup dengan tenang, penuh keberanian, dan keyakinan. Mereka tidak hanya sehat secara rohani, tetapi juga sehat secara fisik.

Penelitian medis modern membuktikan bahwa 70% pasien dapat menyembuhkan diri mereka sendiri jika mereka bisa menghindari kecemasan dan ketakutan dalam diri mereka. Itulah yang dinikmati oleh orang-orang yang dekat dengan Allah. Dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Allah akan menjaga mereka. Sehingga, mereka akan memiliki kesehatan fisik yang baik karena hubungan yang dekat dengan Allah dan menjauhi dosa.

Ibnu Abbas r.a. pernah duduk di belakang Nabi s.a.w. dan Nabi bersabda kepadanya: 'Wahai anakku, aku ingin mengajarkan padamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, dan Dia akan menjagamu. Peliharalah Allah, dan Dia akan memeliharamu. Ketika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Saat engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kecuali yang telah ditentukan Allah untukmu. Jika mereka berkumpul untuk menyakiti kamu, mereka tidak akan mampu melukaimu kecuali dengan yang telah ditentukan Allah untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran sudah kering'."

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa kita harus menjaga Allah agar Dia akan hadir di depan kita. Kenali Allah saat senang, agar Dia mengenal kita saat susah. Ketahui bahwa apa yang tidak ditakdirkan tidak akan menimpa kita, dan apa yang ditakdirkan tidak akan melewati kita. Kemenangan datang dengan kesabaran, kesusahan akan terlepas dengan kesabaran, dan kesenangan akan menyusul kesusahan.

Zikir dan Doa sebagai Penawar Penyakit
Selain itu, orang yang dekat dengan Allah selalu membaca al-Quran, berzikir, dan melazimkan diri dengan doa-doa yang datang dari Rasulullah s.a.w. Hal ini secara langsung dan tidak langsung telah menjaga dan menghindarkan mereka dari berbagai penyakit. Misalnya, dengan membaca ayat Kursi, surat al-Fatihah, al-Ikhlas, dan al-Mu'awwizatain.

Mereka sering berdoa meminta dijauhkan dari penyakit, seperti: "Hilangkanlah penyakitnya, ya Tuhan manusia! Berikanlah kesembuhan karena Engkaulah Penyembuh segala penyakit. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." Juga doa seperti: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala syaitan yang beracun dan penyakit gila."

Mengapa orang yang meninggalkan dosa akan hidup lebih sehat? Salah satu alasan utamanya adalah jin dan syaitan akan menjauhi mereka. Syaitan dan jin jahat akan dekat dengan pelaku dosa, dan itu juga menjadi salah satu penyebab mereka ditimpa berbagai penyakit. Gangguan musuh Allah terhadap manusia adalah suatu kenyataan yang tidak dapat disangkal. Menurut ulama Islam yang ahli dalam bidang ini, Allah memberikan kemampuan kepada jin untuk berubah bentuk dengan cepat karena jasadnya yang halus. Mereka dapat mengecilkan jasad mereka dan masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Safiyyah r.ha., Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya iblis dan syaitan berlari dalam tubuh anak Adam mengikuti pembuluh darah." Menurut para pakar spiritual Islam, ketika jin-jin ini masuk ke dalam tubuh manusia, mereka biasanya berada di otak dan tulang belakang dekat dengan urat saraf manusia. Melalui otak dan urat saraf, jin ini dapat mempengaruhi pikiran dan emosi pasien. Jadi, jika seseorang menderita gangguan sihir atau jin, pikiran dan emosi manusia tidak stabil. Ketika pikiran mereka terganggu, seseorang akan rentan terhadap tekanan jiwa atau depresi.

Ubai Ibn Ka'ab r.a. meriwayatkan ketika bersama Rasulullah s.a.w., seorang Badwi datang dan mengatakan kepada Baginda: "Wahai Rasulullah, saya memiliki saudara yang menderita penyakit gila." Rasulullah memerintahkan orang itu membawa saudaranya, dan kemudian Baginda membacakan kepadanya beberapa ayat dari Manzil. Setelah itu, orang tersebut sadar dan pergi dari situ seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Ibadah Pencegah Penyakit
Hakikatnya, ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah bisa mencegah penyakit. Apa penyebab penyakit? Kejahatan adalah akar dari banyak penyakit. Amalan-amalan utama dalam Islam dapat mencegah penyakit dengan mencegah kejahatan. Misalnya, solat dapat mencegah fasha' dan mungkar.

Fasha' adalah kejahatan-kejahatan (maksiat) yang berkaitan dengan kemaluan seperti zina, homoseksual, lesbian, dan sebagainya. Jika maksiat-maksiat itu dicegah, maka penyakit AIDS, sifilis, gonorea, dan lain-lain tidak akan menimpa seseorang. Solat juga dapat mencegah kejahatan lain seperti minum minuman keras, mengonsumsi narkoba, berkelahi, dan lain-lain yang juga merugikan kesehatan.

Hal yang sama berlaku untuk puasa. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Berpuasalah nescaya kamu sehat." (Riwayat al-Tabarani) Dengan berpuasa, sistem pencernaan kita akan mendapat istirahat dan perut yang menjadi tempat berkembangnya penyakit akan dibersihkan. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bagaimana berpuasa selama 30 hari dapat meningkatkan kesehatan.

Namun yang lebih penting, puasa merupakan latihan untuk menahan diri dari melakukan maksiat. Contohnya:

- Maksiat perut, yaitu makan berlebihan, baik yang halal maupun haram seperti minum minuman keras dan makanan hasil dari rezeki yang haram.
- Maksiat mata, yaitu melihat hal-hal yang haram seperti aurat dan pornografi.
- Maksiat lidah, yaitu berkata-kata buruk seperti mengumpat dan fitnah.
- Maksiat kemaluan, yaitu berhubungan secara haram.
- Maksiat tangan, yaitu mencuri, menyalahgunakan kekuasaan, dan mendapatkan harta secara haram.
- Maksiat kaki, yaitu pergi ke tempat-tempat maksiat seperti klub judi dan tempat prostitusi.
- Maksiat telinga, yaitu mendengarkan hal-hal buruk seperti gosip dan fitnah.

Dengan meninggalkan maksiat, hati akan menjadi bersih dan jika hati bersih, seluruh tubuh akan baik pula. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Dalam diri manusia terdapat seutas daging, jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

"Mukmin yang sehat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah." (Riwayat Muslim) Oleh karena itu, raihlah ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan dengan meninggalkan kemaksiatan. Dengan begitu, kita akan mencapai kesehatan rohani, akal, emosi, dan fisik. Hidup akan lebih sehat tanpa maksiat. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Amin. Allah berfirman, "Maka sesiapa yang ingin diberi petunjuk oleh Allah, pasti hatinya akan terbuka untuk menerima agama Islam. Dan sesiapa yang dikehendaki disesatkan oleh Allah, maka Allah akan menyempitkan dadanya seakan-akan dia naik ke tempat yang tinggi." (Surah al-An'am 6:125) 


 



0 comments:

Posting Komentar