Senin, 09 Maret 2026

Jangan ambil contoh dari batasan!

Posted By: Aa channel media - Maret 09, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Sejarah manusia menunjukkan bahwa kita tidak hanya cenderung meniru sesama manusia tetapi juga meniru hewan. Bukankah Qabil meniru bagaimana gagak menanam bangkai temannya untuk menanam jenazah adiknya yang dibunuh? 

Islam melalui surah al-Fatihah telah menjelaskan bahwa role model kita adalah "orang yang diberi nikmat" yaitu para nabi, siddiqin, syuhada, dan solihin. Kita seharusnya meniru perilaku, cara, dan sistem hidup mereka dalam kehidupan kita. Mereka adalah role model yang dijamin oleh Allah akan kebaikan, keberhasilan, dan kebenaran.

Dan siapa pun yang mengikuti mereka, layak bagi mereka untuk dijadikan role model oleh kita. Meskipun zaman telah berubah (masyarakat mereka berbeda dengan masyarakat kita), namun prinsip-prinsip kehidupan tetap sama. Nilai kebaikan dari dahulu hingga sekarang tetap relevan. Sifat jujur, sebagai contoh, tetap dihargai oleh orang-orang dahulu maupun sekarang. Sementara sifat pembohong, tetap dihindari sepanjang zaman.

Melalui surah al-Fatihah, Islam juga menyatakan bahwa "orang yang dimurkai dan disesatkan" bukanlah role model dalam hidup kita, meskipun mereka mungkin kaya, berpangkat, dan berpengaruh. Mereka yang kebanyakan dari mereka adalah orang Nasrani dan Yahudi, musuh Islam, dan tidak pantas dijadikan idola atau role model oleh remaja masa kini.

Dalam konteks ini, musuh Islam telah mencoba untuk menyamakan teknologi, kemajuan, pembangunan, dan keharmonisan dengan pergaulan bebas, pendedahan aurat, dan pelanggaran syariat.  Padahal, hakikatnya, Islam hanya menetapkan prinsip keyakinan, dasar peraturan, serta nilai-nilai hidup, sementara dalam hal teknis dan pendekatan, Islam memberikan kebebasan penuh kepada daya kreativitas dan inovasi manusia.

Role model adalah sosok atau tokoh yang dikagumi, dihormati, dan dijadikan teladan dalam hal-hal yang baik serta memiliki nilai-nilai positif. Biasanya, role model yang baik muncul dalam bidang akademik, kepemimpinan, akhlak, karier, dan sebagainya. Mereka umumnya memiliki kecerdasan, ketekunan, keikhlasan, dan sifat-sifat mulia lainnya.

Nabi Muhammad s.a.w. adalah contoh role model yang sempurna yang dididik oleh Allah s.w.t. untuk menjadi "qudwah hasanah" atau teladan terbaik bagi umat Islam. Baginda adalah perwujudan praktis dari Al-Quran. Oleh karena itu, setiap Muslim harus menjadikan Rasulullah s.a.w. sebagai panutan dalam kehidupan mereka, karena Baginda adalah teladan yang ideal yang tidak memiliki kekurangan.

Allah s.w.t. menjaga dengan sangat baik karakter Rasulullah s.a.w., bukan hanya dalam perkataan dan sikapnya, tetapi juga dalam ekspresi wajahnya. Sebuah contoh terjadi ketika Baginda ditegur oleh Allah karena memalingkan wajahnya saat berhadapan dengan Abdullah bin Maktum, seorang yang buta, yang bertanya di hadapan para pemimpin Quraisy. Hal ini menunjukkan betapa Allah menjaga karakter Rasulullah agar tetap terpelihara, karena Baginda adalah teladan bagi umat Islam sepanjang masa.

Sayangnya, saat ini banyak remaja yang tidak memiliki teladan dalam kehidupan mereka. Mereka hanya memiliki idola yang mereka puja tanpa benar-benar mengenal siapa mereka sebenarnya. Idola mereka mungkin hanya dipuja karena kecantikan, kekayaan, atau popularitas, tanpa mempertimbangkan nilai-nilai yang sebenarnya penting untuk diteladani. Terkadang, selebriti yang dipuja oleh remaja memiliki reputasi buruk dalam kehidupan nyata, tidak seperti yang digambarkan dalam film-film mereka. Tanpa disadari, idola yang dipilih oleh remaja mungkin memiliki masalah kejiwaan.


 

0 comments:

Posting Komentar