Jumat, 06 Maret 2026

Mahmudah melawan Mazmumah

Posted By: Aa channel media - Maret 06, 2026

Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah s.w.t. serta salam dan salawat untuk Nabi kita, Muhammad s.a.w. Kali ini, saya ingin berbagi dengan teman-teman mengenai perbedaan antara akhlak Mahmudah dan Mazmumah.

Mahmudah adalah seseorang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain sebelum dirinya sendiri. Ia selalu bersedia berkorban demi kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain tanpa pamrih.

Kepedulian terhadap orang lain di atas diri sendiri (Ithar) digambarkan sebagai pengorbanan kepentingan diri untuk kebaikan orang lain. Keindahan Islam tercermin dalam tindakan ini, di mana Muhajirin dan Ansar bersatu tanpa memandang perbedaan warna kulit, suku, atau bangsa. Mereka merupakan contoh masyarakat ideal yang bersatu dalam keimanan, dengan moto "Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya."

Mengutamakan saudara se-Islam bukanlah sekadar untuk mendapatkan keredhaan Allah, tetapi tindakan itu murni dilakukan tanpa pamrih. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an, "Mereka lebih mengutamakan orang-orang yang berhijrah daripada diri mereka sendiri, walaupun mereka sendiri berada dalam kesulitan." (Surah al-Hashr 59:9)

Meskipun tidak mudah untuk berbuat Ithar dalam setiap hal, namun dengan iman yang kuat, segalanya menjadi mungkin. Ithar juga merupakan lambang dari persaudaraan yang sejati. Perlu diingat bahwa Ithar tidak berlaku dalam ibadah, sehingga dalam situasi seperti shalat, lebih baik memprioritaskan diri sendiri terlebih dahulu.

Mazmumah yang Mementingkan Diri (Ananiyyah) Ananiyyah merupakan sikap dan perilaku yang mementingkan diri sendiri serta merasa bangga akan diri sendiri.

Manusia adalah makhluk yang paling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang bisa hidup sendirian. Segala sesuatu yang kita miliki hanyalah pinjaman dan diberikan oleh Allah untuk dibagikan.
Golongan kafir telah dikritik keras karena sikap mereka yang terlalu mementingkan diri sendiri. Tujuan mereka bisa menghalalkan segala cara asalkan keinginan nafsu terpenuhi. Inilah penyebab terjadinya kerusakan di bumi, ketika perubahan dilakukan demi memenuhi keinginan sendiri.

Hakikat ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya: "Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan di antara mereka sangat besar. Kamu mengira mereka bersatu, padahal hati mereka pecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti." (Surah al-Hashr 59: 14)

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan mereka yang terlalu mencintai diri sendiri sehingga mengutamakan kepentingan pribadi.

Demikianlah, mahmudah vs mazmumah dan terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan kepada blog ini. Wassalamualaikum wr. wb. 



0 comments:

Posting Komentar