Jumat, 06 Maret 2026

Islam yang ditegakkan di atas fondasi yang kokoh

Posted By: Aa channel media - Maret 06, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah s.w.t. serta salam dan salawat untuk Nabi kita, Muhammad s.a.w.

Untuk meraih kemenangan memang mudah, namun untuk mempertahankan kemenangan tersebut memang tidaklah mudah. Kebanyakan pejuang Islam nampaknya belum memahami hakikat ini. Mereka menganggap kemenangan sebagai segalanya. Lebih menyedihkan lagi ketika kemenangan diartikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan kekuasaan. Dengan kekuasaan, banyak yang beranggapan bahwa seluruh ajaran Islam dapat ditegakkan dengan mudah dan cepat.

Hanya memiliki kekuasaan belum menjamin bahwa hukum-hukum Allah akan ditegakkan sepenuhnya. Namun, sifat amanah, bijaksana, dan adil adalah yang dapat menegakkan hukum-hukum tersebut. Terlalu sering kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ada pejuang Islam yang mengubah niat dan tujuan ketika mendapatkan kekuasaan.

Semangat dan slogan yang dijunjung tinggi dalam proses mencapai kekuasaan akan menjadi kurang relevan ketika tiba saatnya untuk membangun Islam secara menyeluruh setelah memiliki kekuasaan. Artinya, kemampuan untuk meruntuhkan belum tentu berarti kemampuan untuk membangun jika tidak ada persiapan jiwa yang kuat.

Oleh karena itu, umat harus diajari untuk menjadi bahu, bukan hanya mata dan telinga, dalam upaya menegakkan Islam. Rakyat tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus bersatu dalam usaha menegakkan dan mempertahankan agama Islam. Mereka harus dididik dengan serius untuk menegakkan Islam dalam diri dan keluarga terlebih dahulu. Seperti firman Allah yang menyatakan:

"Wahai orang yang beriman, lindungi diri dan keluargamu dari api neraka." (Surah al-Tahrim 66:6)

Ini adalah tahap perjuangan yang memerlukan pengorbanan dan kesungguhan. Apakah logis untuk mengajak orang lain untuk menguatkan Islam secara mendadak jika tahap tersebut belum tercapai? Proses menegakkan Islam harus dilakukan secara bertahap dan dengan kesabaran. Islam harus dihidupkan dalam diri, keluarga, dan masyarakat sebelum dapat diterapkan secara luas. Jika proses ini tergesa-gesa, Islam tidak akan bisa ditegakkan dengan baik, bahkan dapat menimbulkan dampak negatif. Kita harus waspada, jika yang dikejar tidak tercapai, yang dikendong bisa berantakan.

Saatnya membentuk mayoritas yang taat dalam masyarakat. Mayoritas yang taat adalah kunci untuk menguatkan agama tanpa menimbulkan masalah lain. Pembentukan mayoritas yang taat seperti aliran air yang terus mengalir atau akar yang tumbuh perlahan namun pasti. Meskipun terlihat lambat, namun hal ini akan menjadi jaminan kekokohan Islam di berbagai tingkatan. Islam yang didasarkan pada prinsip ini tidak akan mudah digoyahkan karena akarnya yang kuat di dalam hati umat.

Mayoritas tidak takwa ditegakkan oleh pendukung Islam, tetapi oleh penyokongnya. Perbedaan yang jauh antara penggemar dan pendukung. Takwa adalah sikap mentaati perintah Allah secara penuh dan menyeluruh, bukan sekadar berkata-kata belaka. Sikap tersebut hanya dapat dibentuk melalui keyakinan, hukum syariat, dan akhlak. Ketiga hal ini harus dicapai melalui dua proses; dakwah dan tarbiah. Dakwah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, sementara tarbiah memberikan bimbingan dan arahan menuju pengalaman yang berkesinambungan.

Islam tidak akan tegak di suatu negara jika tidak tegak di dalam keluarga dan masyarakat. Meskipun banyak kritikus menganggap metode ini lambat dan membosankan, namun itulah jalan yang paling mantap. Dan jalan yang paling tepat juga merupakan jalan yang paling cepat dan aman. Apa gunanya berjalan cepat jika tidak aman atau harus mundur?

Semoga para pejuang Islam selalu fokus dan serius dalam dakwah dan tarbiah karena itu adalah akar dari pohon Islam yang mencakup sosial, muamalat, ibadah, jinayat, dan lainnya. Wassalam.



0 comments:

Posting Komentar