Dajal adalah fitnah terbesar yang akan dihadapi oleh umat manusia. Setiap nabi dan rasul telah mengingatkan kaumnya tentang kedatangan dajal. Rasulullah SAW pun tidak luput dari memberi peringatan kepada umatnya agar siap menghadapi dajal. Salah satu peringatan beliau terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, dimana Nabi SAW bersabda, "Sungguh, aku telah memperingatkan kalian tentangnya. Setiap nabi sebelumku telah memperingatkan kaumnya tentang dajal. Namun, aku akan memberitahu sesuatu yang belum pernah disampaikan oleh nabi sebelumku. Dajal memiliki satu mata, sedangkan Allah tidak memiliki sebatang mata pun." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga telah menjelaskan secara rinci tentang ciri-ciri fisik dajal agar setiap Muslim sepanjang zaman dapat mengenalinya dengan mudah. Dajal adalah seorang lelaki Yahudi berbadan besar, berkulit merah, langkah kakinya terpisah saat berjalan, rambutnya keriting, dan matanya kanan buta serupa dengan buah anggur terapung di air dengan tulisan "kafir" tertera di dahinya. Setiap Muslim dapat melihat tulisan ini dengan jelas, meskipun ia buta huruf.
Al-Qurtubi menyatakan, "Rasulullah SAW telah dengan tegas menggambarkan sifat-sifat dajal tanpa meninggalkan keraguan. Semua ciri-ciri yang dimilikinya sangat buruk dan mudah dikenali oleh setiap orang yang memiliki indera yang sehat. Namun, bagi orang yang sudah ditakdirkan untuk tersesat oleh Allah SWT, dia akan terus percaya pada kebohongan dan tipu daya dajal."
Kecacatan tersebut membuktikan bahwa dajal bukanlah Tuhan, melainkan Allah SWT memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang mencerminkan keagungan-Nya. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa Tuhan tidak dapat dilihat di dunia ini. Seorang Mukmin hanya akan dapat melihat Allah SWT di Akhirat kelak. Beliau bersabda, "Ketahuilah bahwa seseorang dari kalian tidak akan melihat Tuhannya sebelum meninggal." (Hadis Riwayat Muslim)
Al-Hafiz Ibn Hajar menjelaskan, "Hadis ini memberi peringatan bahwa klaim dajal sebagai Tuhan adalah kebohongan karena melihat Allah SWT hanya dimungkinkan setelah kematian, sedangkan dajal mengklaim sebagai Tuhan, padahal semua manusia dapat melihatnya sebelum meninggal."
Tentera Dajal dikatakan akan muncul sebagai seorang penguasa kejam yang awalnya memimpin dengan tangan besi, kemudian ia akan mengklaim dirinya sebagai seorang nabi, bahkan sebagai tuhan. Dajal kabarnya akan keluar dari kota Isfahan, Iran, dari sebuah perkampungan Yahudi, dan akan diikuti oleh sekitar 70 ribu pengikut bersenjata dan berserban hijau. Jumlah pengikutnya akan semakin bertambah dengan bergabungnya 70 ribu tentara Mongol (Tatar) dan penduduk Khurasan ke dalam barisannya. Selain itu, orang-orang jahil dan jahat akan turut bergabung dalam pasukannya.
Kekuasaan Dajal diprediksi akan merebak ke seluruh kota besar di dunia dengan cepat, kecuali Makkah dan Madinah. Ketakutan akan melanda seluruh penduduk bumi saat itu. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa semua manusia akan berlarian ke puncak-puncak gunung untuk menyelamatkan diri dari Dajal. Meskipun kehadiran Dajal hanya akan berlangsung selama 40 hari, namun hari-hari tersebut akan terasa sangat panjang, seolah-olah satu tahun dua setengah bulan. Hal ini dikarenakan hari pertama Dajal akan terasa sepanjang satu tahun, hari kedua seperti satu bulan, dan hari ketiga seperti satu minggu, kemudian diikuti oleh hari-hari biasa yang terasa sama seperti hari-hari pada umumnya.
Fitnah yang dibawa oleh Dajal sangat besar. Dajal memiliki kemampuan untuk menipu manusia dengan tipu dayanya. Dajal bisa membuat orang percaya bahwa dia dapat menghidupkan orang mati, menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan membawa makanan dalam jumlah besar untuk manusia yang kelaparan. Mereka yang terpedaya olehnya akan hidup dalam kenikmatan, sementara mereka yang menentangnya akan menderita dalam kesengsaraan. Semua ini adalah tipu daya yang sangat berbahaya bagi manusia pada masa itu.
Rasulullah SAW memberikan doa perlindungan dari fitnah Dajal. Beliau juga menyarankan agar kita menjauh dari Dajal. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa di antara kalian mendengar tentang kemunculan Dajal, maka jauhilah dia. Karena demi Allah, ada seorang lelaki akan mendatangi Dajal sambil mengira dirinya seorang Mukmin, kemudian dia akan menjadi pengikutnya karena terpengaruh dengan ilusi yang diperlihatkan." Meskipun begitu, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa semua itu hanyalah tipuan belaka. Beliau bersabda, "Dajal membawa bersamanya air dan api. Padahal api yang dibawanya adalah air yang sejuk, dan air yang dibawanya adalah api." Jadi, seorang Mukmin yang tidak dapat menghindari Dajal tidak boleh terpedaya oleh tipu dayanya. Mereka tidak boleh takut dengan ancaman Dajal dan harus tetap teguh dalam keimanannya tanpa goyah.
Setelah membaca berbagai riwayat ini, timbul pertanyaan besar di hati saya. Bagaimana seseorang yang mengaku sebagai Tuhan bisa menarik begitu banyak pengikut dari berbagai belahan dunia? Di mana letak akal sehat mereka? Apakah mereka tidak mampu membedakan antara sifat-sifat Tuhan dengan sifat-sifat makhluk?
Setelah melakukan pembacaan lebih lanjut, saya menyimpulkan bahwa kesuksesan Dajal banyak dibantu oleh kebodohan masyarakat pada masa itu terhadap ilmu pengetahuan. Saya tidak berbicara tentang ilmu sains dan teknologi, melainkan ilmu yang membahas tentang sifat-sifat yang wajib dan mustahil bagi Tuhan. Ketidaktahuan tentang ilmu ini membuat mereka mudah terperdaya oleh tipu daya Dajal.
Mereka yang mempelajari ilmu tauhid pasti mengetahui bahwa mustahil bagi Tuhan memiliki sifat-sifat makhluk. Sebab jika Tuhan menyerupai makhluk, maka berarti Dia adalah makhluk yang membutuhkan pencipta. Oleh karena itu, salah satu sifat Allah SWT adalah berbeda secara mutlak dengan segala sesuatu, baik dalam sifat, zat, maupun perbuatan-Nya.
Dalam ayat Al-Quran terdapat banyak petunjuk terkait hal ini. Salah satunya adalah firman Allah SWT yang berarti: "Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan kekuasaan-Nya)." (Surah asy-Syura 42: 11)
Dalam surah al-Ikhlas, Allah SWT juga menyatakan, yang berarti: "Tidak ada yang serupa dengan-Nya." (Surah al-Ikhlas 112: 4)
Jadi, orang yang memiliki pemahaman tauhid yang kuat pastinya tidak akan terpengaruh dengan tipu daya dajal yang mengaku sebagai Tuhan. Kemungkinan pengetahuan tentang ketuhanan ini semakin menipis seiring dengan hilangnya "ilmu khusyuk", sehingga saat dajal muncul di akhir zaman, kebanyakan manusia akan benar-benar tidak mengerti tentang ilmu ini. Mereka akan menjadi pengikut dajal tanpa pikir panjang.
Kata-kata Huzaifah bin Usaid, sahabat Nabi SAW, juga mendukung kesimpulan ini. Ketika dajal keluar, tidak banyak orang yang akan berani menentangnya karena keadaan dunia yang sudah rusak dan agama yang lemah. Hanya orang-orang yang memiliki ilmu dan keyakinan yang kuat yang akan berani melawan dajal di akhir zaman nanti.
Sebagaimana hadis dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW mengatakan bahwa saat dajal muncul, akan ada seorang Mukmin yang berani menghadapinya. Meskipun diserang oleh pasukan dajal, lelaki Mukmin itu tetap kukuh pada keyakinannya. Dia memperkenalkan dajal kepada orang-orang sebagai musuh yang telah diberitakan oleh Rasulullah SAW.
Kematian Dajal
Hanya sedikit kaum Muslim yang berani menentang Dajal, dan kekuatan mereka tidak cukup untuk melawan pasukan Dajal yang telah menguasai seluruh dunia. Mereka terdesak dan akhirnya terkepung di sekitar Baitulmuqaddis. Nabi Isa turun di Menara Timur, Kota Damsyik, dan memimpin pasukan Muslim melawan pasukan Dajal.
Ketika Dajal melihat Nabi Isa, ia merasa sangat ketakutan karena ia tahu ajalnya telah tiba di tangan Nabi Allah Isa, putra Maryam. Sebuah riwayat dari Abu Hurairah menyatakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda, bahwa ketika musuh Allah melihat Nabi Isa, ia mencair seperti garam di dalam air. Jika dibiarkan, ia akan terus mencair hingga binasa. Namun Allah telah menentukan agar Nabi Isa membunuhnya, dan kemudian memperlihatkan darah Dajal di hujung tombaknya.





0 comments:
Posting Komentar