Jumat, 27 Februari 2026

Dahi yang dicelupkan ke dalam dahi di atas sejadah

Posted By: Aa channel media - Februari 27, 2026

Tutuplah dirimu dengan penuh rasa takzim sebelum Tuhan menutupi auratmu. Sucikanlah hati dan jiwamu sebelum disucikan oleh kematian. Berwudhulah dengan penuh kesungguhan sebelum diwudhukan oleh para malaikat. Dan bersembahyanglah dengan khidmat sebelum dihadapkan pada hari pertanggungjawaban.

Dalam kain kafan putih yang menenangkan, saat itulah segala kesedihan akan sirna. Meskipun tangisan keluarga yang hadir tak terbendung, namun itulah takdir yang pasti. Setelah itu, tubuhmu akan disiapkan di atas tanah, dan solat Jenazah akan dilaksanakan. Dengan empat kali takbir dan satu salam, serta doa dan selawat yang tulus.

Namun, apakah empat kali takbir itu cukup untuk menghapus dosa-dosa yang terlewatkan sepanjang hidupmu? Apakah solat Jenazah yang tak melibatkan rukuk dan sujud mampu menggantikan solat-solat yang telah terlewatkan? Janganlah terpedaya dengan pikiran-pikiran semacam itu, karena tiada yang dapat menyamai keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah.

Mari kita bersama-sama, kaum Muslimin dan Muslimah, menghadap ke arah kiblat untuk berdoa sebelum kita dikuburkan dan menjadi makanan bagi cacing dan ulat. Ayo, langkahkan kaki kita menuju masjid sebelum kita diantarkan menuju kuburan. Menangislah untuk dosa-dosamu di dunia, karena air mata tidak akan berguna di akhirat. Bersihkan dirimu sebelum diucapkan bersihkan, dan sadarilah sebelum disadarkan oleh panggilan menakutkan dari malaikat maut

Berimanlah sebelum ajal menjemput, karena iman akan menjadi penolong bagi kita yang masih hidup, bukan bagi mereka yang telah pergi. Bertaubatlah sebelum terpaksa bertaubat, karena pada saat itu, taubat tak akan dapat menyelamatkan. Ingatlah, bahwa di mana pun kita berada, kita tetap berada di bumi ciptaan Tuhan, dibalut oleh langit ciptaan-Nya, dan menikmati rezeki yang diberikan oleh-Nya.

Ketika Dia memanggil, terimalah panggilan-Nya secepat mungkin sebelum panggilan terakhirnya. Ingatlah bahwa dari awalnya kamu hanya seberkas air yang tak berarti, kemudian berubah menjadi segumpal darah, berlanjut menjadi sebutir daging, yang kemudian dilapisi oleh tulang, dan akhirnya menjadi manusia yang memiliki nilai dan makna.

Ingatlah asal usulmu yang rendah itu, yang jika jatuh ke tanah, tidak akan dihiraukan oleh hewan-hewan. Namun, Allah telah mengangkatmu ke kedudukan yang lebih tinggi dari para malaikat. Kelahiranmu bukanlah untuk kepentingan dunia, melainkan gunakanlah hidup ini untuk mempersiapkan bahtera akhirat.

Sambutlah panggilan "Hayya 'alas Solaah" dengan penuh keikhlasan dan kesiapan. Sambutlah panggilan "Hayya 'alal Falaah" sebagai jalan menuju kemenangan di dunia dan akhirat. Ingatlah bahwa apa yang kekal adalah amal perbuatan, yang akan menjadi bekal dan teman setiamu dalam perjalanan kembali ke Tuhan.

Pada hari itu, harta, tahta, putera, istri, kartu kredit, mobil, kondominium, saham, dan bisnis tidak akan berguna. Yang akan berguna hanyalah jika dahimu pernah bersujud di dunia.


 

0 comments:

Posting Komentar