Assalamualaikum wr. wb. Yang paling berkuasa dalam diri manusia adalah hati. Imam al-Ghazali menegaskan bahwa hati adalah seperti raja yang paling berkuasa dalam diri manusia. Pancaindera dan seluruh anggota tubuh adalah seperti rakyat yang tunduk dan patuh kepada perintah hati.
Hati adalah tempat di mana cinta bersemayam. Cinta lah yang mengatur hati. Jika seseorang mencintai sesuatu, seluruh tenaga, usaha, dan fokus hidupnya akan ditujukan kepada apa yang dicintai.
Maka dari itu, kita perlu berhati-hati saat mencintai dan dicintai. Kita harus berhati-hati dalam memilih "siapa" dan "apa" yang ingin kita cintai.
Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa seseorang akan menjadi hamba dari apa yang ia cintai. Bersyukur jika hati kita mencintai Allah, karena kita akan menjadi hamba Allah dan seluruh hidup kita akan terfokus pada iman dan Islam. Sangat disayangkan jika kejahatan dan kemungkaran yang mendominasi hati kita, karena kita akan menjadi hamba dari kejahatan dan kemungkaran tersebut.
Cinta kepada Allah adalah sumber segala kekuatan dalam hidup. Firman Allah menyatakan bahwa orang yang beriman sangat mencintai-Nya. Jika orang-orang zalim mengetahui kekuatan dan seksaan-Nya, pastilah mereka akan menyesal. Kekuatan, kekayaan, ketenangan, dan kejayaan berasal dari cinta kepada Allah.
Seseorang yang mencintai Allah Yang Maha Kaya akan merasakan kekayaan jiwa yang tak tertandingi. Orang yang paling kuat adalah yang mencintai Allah Yang Maha Perkasa. Seseorang yang dulunya jahil dan tidak tahu akan menjadi bijaksana saat mencintai Allah Yang Maha Mengetahui.
Mereka yang mencintai Allah memiliki kekuatan dan ketenangan untuk menghadapi kehidupan tanpa rasa takut atau dukacita. Hidup mereka tidak akan terganggu oleh halangan apapun.
Firman Allah menyatakan: "Pemberian kebebasan kepada orang lain akan mendekatkan hati mereka, menghilangkan kesedihan, dan membuat mereka merelakan segala tindakan yang dilakukan terhadap mereka. Ingatlah, Allah Maha Mengetahui isi hati setiap orang. Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyabar." (Surah al-Ahzab 33:51)
Jika kita mencari kebahagiaan sejati dalam hidup, maka kita harus menanamkan cinta kepada Allah di dalam hati kita. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa memiliki tiga hal dalam dirinya, dia telah mencapai keindahan iman, yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segala sesuatu, mencintai dan membenci seseorang semata-mata karena Allah. Dia harus membenci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Ekspresi cinta yang tulus dari seorang sahabat kepada Allah
Cinta kepada Allah telah membentuk sahabat-sahabat Nabi s.a.w. yang kemudian menjadi orang-orang hebat.| Sahabat/Tabiin | Bukti Cinta |
| Abu Bakar r.a. | Sanggup mengorbankan seluruh hartanya untuk Islam. |
| Umar al-Khattab r.a. | Kurang tidur pada waktu malam hari kerana bimbang urusannya dengan Allah tidak selesai dan kurang tidur pada waktu siang kerana bimbang urusannya dengan manusia tidak selesai. |
| Umar bin Abdul Aziz | Sangat amanah sehingga tidak sanggup mengambil sedikit pun harta negara untuk maslahat dirinya. |
| Khalid al-Walid | Tidak terikat dengan jawatan apabila berkata : "Aku berjuang bukan kerana Umar (bahkan kerana Allah)." |
Mengapa Penting Untuk Mencintai Rasulullah
Kelebihan mencintai
Allah adalah bahwa segala sesuatu, baik itu hitam, putih, manis, pahit,
terang, atau gelap, akan menjadi baik jika dilandasi oleh cinta. Namun,
cinta kepada Allah tidak dapat tercapai tanpa mencintai Rasulullah
s.a.w. Cinta kepada Allah adalah tujuan, sedangkan cinta kepada
Rasulullah adalah jalan menuju tujuan tersebut. Kita tidak akan bisa
mencapai tujuan tersebut tanpa mengikuti jalan yang benar.
Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan adalah dengan "meniru" orang yang telah sukses, seperti yang dikatakan oleh para pakar motivasi dan psikologi. Sebagai umat Islam, tidak ada orang yang lebih sukses selain Rasulullah. Beliau mencapai kesuksesan secara menyeluruh, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah s.w.t. telah menegaskan hal ini dalam firman-Nya yang berbunyi: "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik bagimu." (Surah al-Ahzab 33: 21)
Dengan tegas dapat disimpulkan bahwa kegagalan umat Islam saat ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan. Oleh karena itu, kita perlu mencintai Rasulullah s.a.w. Berikut adalah alasan mengapa kita perlu mencintai beliau:
1. Menjalani jalan cinta kepada Allah
sendiri sudah menunjukkan bahwa jalan cinta kepada Allah adalah dengan
mencintai Rasulullah. Jalan ini harus diikuti, karena tidak ada manusia
yang bisa mencintai Allah dengan cara mereka sendiri. Selain itu, kita
juga harus mencintai segala hal yang dicintai oleh Allah, termasuk para
rasul, nabi, malaikat, hamba-Nya yang saleh, amal saleh, dan akhlak yang
mulia.
Cinta kepada Allah mewajibkan kita untuk mencintai siapa
pun dan apa pun yang dicintai-Nya. Manusia yang paling dicintai oleh
Allah adalah Rasulullah. Ini adalah syarat utama untuk mendapatkan cinta
Allah. Allah sendiri menegaskan hal ini melalui firman-Nya, "Katakan:
'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), nescaya Allah akan
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha
Penyayang." (Surah Ali 'Imran 3: 31)
2. Rasulullah sangat
dimuliakan oleh Allah karena dipilih-Nya sebagai manusia yang paling
mulia. Beberapa tanda penghargaan dari Allah kepada Rasulullah antara
lain sebagai Penghulu segala rasul, penurun al-Quran, dimuliakan dengan
selawat, dan dianugerahi gelar "Habibullah" (kekasih Allah).
Penghormatan
kepada Rasulullah dari Allah terlihat dari firman-Nya, "Sesungguhnya,
Allah dan malaikat-Nya berselawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang
beriman, berselawatlah atas Nabi." (Surah al-Ahzab 33: 56) Selain itu,
Rasulullah diangkat sebagai pemberi rahmat bagi seluruh alam, dan kelak
Allah akan memuliakannya lebih dengan memberikan syafa'ah 'uzma
(pertolongan agung) di hari kiamat.
Jika seseorang menghormati
manusia yang dihormati oleh Allah (Rasulullah), maka dia juga akan
dihormati oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda, "Sesiapa yang berselawat
kepadaku sekali, maka aku akan berselawat atasnya 10 kali." (Riwayat
al-Bukhari)
Rasulullah sangat mencintai kita. Beliau adalah Nabi
yang paling mencintai umatnya. Karena cinta itu, Baginda berjuang dengan
sepenuh hati untuk menyebarkan ajaran Islam - agama yang akan
menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Tidak semua orang yang kita
cintai akan mencintai kita kembali. Namun, jika kita mencintai
Rasulullah, pasti cinta kita akan dibalas.
Bukti cinta sejati
adalah pengorbanan. Semakin besar cinta, semakin besar pula
pengorbanannya. Rasulullah telah menunjukkan betapa besar pengorbanan
yang dilakukan untuk umat Islam, dengan keringat, air mata, dan
kesabaran dalam menyampaikan ajaran agama.
Allah berfirman,
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari golongan kamu
sendiri, yang sangat peduli terhadap kesulitan yang kamu alami, sangat
berharap agar kamu mendapat kebaikan, penuh kasih sayang dan belas
kasihan terhadap orang-orang yang beriman." (Surah al-Tawbah 9: 128)
Doa-doa
yang disampaikan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya, dan kemudian
diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, merupakan bukti
cinta Baginda kepada umatnya. Hadis-hadis yang mengandung doa-doa
tersebut menunjukkan betapa besar kasih sayang Rasulullah kepada
umatnya.
Jasa dan kebaikan Rasulullah sangatlah besar. Dakwah,
nasihat, pendidikan, bimbingan, doa, dan kepemimpinan yang diberikan
oleh Baginda tidak ternilai harganya. Beliau tidak hanya berjuang untuk
menyelamatkan umat di dunia, tetapi juga di akhirat. Rasulullah
memberikan informasi tentang hari akhirat, baik yang membahagiakan
(syurga) maupun yang menakutkan (neraka), sebagai peringatan.
Perbedaan
antara Rasulullah dan pemimpin dunia lainnya terletak pada tujuan
beliau. Pemimpin lain biasanya hanya berusaha menyelamatkan pengikutnya
di dunia, namun Rasulullah berusaha menyelamatkan umatnya dari
kesengsaraan di dunia dan akhirat. Beliau tidak hanya membersihkan dunia
dari kejahatan, tetapi juga membersihkan hati manusia dari dosa dan
keburukan.
Dengan kehadiran Rasulullah, hati manusia yang dulunya
dipenuhi dengan syirik dan keburukan telah menjadi bersih. Hal ini
menghasilkan generasi yang penuh iman.
Firman Allah, artinya:
"Sesungguhnya, Allah memberikan karunia kepada orang-orang yang beriman
ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan
mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka,
membersihkan jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan
Hikmah. Sesungguhnya, sebelum (kedatangan Nabi) mereka benar-benar
berada dalam kesesatan yang nyata." (Surah Ali 'Imran 3: 164)
Keagungan akhlak Rasulullah
Setiap
hati manusia akan mencintai orang yang memiliki akhlak yang baik.
Akhlak yang baik disukai oleh setiap manusia tanpa memandang agama,
bangsa, atau warna kulit. Nilai ini diakui secara universal oleh seluruh
manusia. Oleh karena itu, kita perlu mencintai Rasulullah SAW karena
keunggulan dan keagungan akhlak beliau.
Jika seseorang tidak
mencintai Rasulullah SAW, itu menunjukkan penolakan terhadap fitrah
manusia. Orang yang baik dan ingin menjadi lebih baik pasti akan
mencintai dan meneladani orang yang baik. Tidak ada manusia yang
memiliki akhlak sebaik Nabi Muhammad SAW. Akhlak beliau tidak hanya
dipuji oleh teman maupun lawan, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha
Pencipta.
Allah berfirman, artinya: "Sesungguhnya, kamu (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung." (Surah al-Qalam 68: 4)
Tanda Mencintai Rasulullah
Sudahkah
kita jatuh cinta kepada Rasulullah s.a.w.? Salah satu tanda mencintai
Beliau adalah dengan sering mengingat, menyebut, merindu, dan bahkan
ingin sekali bertemu dengan-Nya. Cinta adalah perasaan yang tumbuh dalam
hati, diungkapkan dengan kata-kata, dan dibuktikan dengan tindakan
serta pengorbanan.
Apakah kita benar-benar mencintai Rasulullah
s.a.w.? Salah satu cara untuk mengukur cinta kita adalah dengan melihat
seberapa sering kita membaca salawat kepada-Nya setiap hari. Salawat
adalah bentuk pengingatan. Semakin sering kita mengingat-Nya dengan
salawat, maka rasa rindu untuk bertemu dengan-Nya pun akan semakin
dalam. Cinta dan rindu adalah dua hal yang tak terpisahkan.
Sebuah
cinta yang tulus mampu merentangkan jarak waktu dan perbedaan generasi.
Hal ini dialami oleh orang-orang yang hidup di zaman akhir namun tetap
merasakan cinta yang mendalam kepada Rasulullah s.a.w.
Rasulullah
s.a.w. pernah bersabda bahwa orang yang paling Beliau cintai di antara
umat-Nya adalah orang yang datang setelah Beliau dan sangat berkeinginan
melihat-Nya (meskipun harus mengorbankan keluarga dan harta).
Intinya,
orang yang benar-benar mencintai seseorang akan selalu mengingatnya.
Dan ketika hati terus mengingat, maka mulut akan selalu menyebutnya.
Dari situlah rasa rindu akan muncul. Dan ketika rindu hadir, pasti
keinginan untuk bertemu pun akan tumbuh. Begitulah sifat cinta kepada
Rasulullah. Bagaimana cara bertemu dengan Rasulullah? Jawabannya adalah
dengan mengikuti jejak-Nya dan berjuang untuk menjaga sunnah-Nya dalam
segala aspek kehidupan!
Terimalah cinta ini dengan tulus dan buktikan dengan pengorbanan dan kecintaan yang tiada batas.





0 comments:
Posting Komentar