Assalamualaikum wr. wb. Internet adalah salah satu alat komunikasi yang sangat berpengaruh di zaman ini. Sebagai alat, kita akan merasa rugi jika mengabaikannya. Namun, internet juga bisa menjadi pedang bermata dua yang bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan.
Kita memiliki pilihan untuk menggunakan internet dengan cara yang baik. Apakah kita ingin menciptakan kasih sayang dan persatuan melalui tulisan kita di internet, atau malah menyebarkan permusuhan, kebencian, keraguan, atau perpecahan? Keputusan ada di tangan kita.
Perbuatan mengumpat dan mencela hari ini sudah mencapai tahap yang sangat keji. Tidak lagi dilakukan melalui percakapan lisan, tetapi lebih mudah dilakukan melalui media Internet. Internet telah menjadi tempat di mana seseorang dapat melakukan serangan pribadi secara terbuka. Saat ini, siapa pun bisa melakukannya dari kenyamanan rumah mereka sendiri tanpa batasan, menjual keburukan orang lain tanpa harus bergerak dari tempat itu.
Tidak hanya itu, tanpa ragu-ragu Internet dapat menyebarluaskan keburukan atau ketidakpuasan seseorang kepada publik hanya dengan menekan tombol. Ditambah lagi dengan rekan dan teman yang "setuju" dengannya, yang menambah cerita tanpa mengetahui fakta dan asal usulnya. Gossip ini terus menyebar dengan mudah dan cepat seperti hembusan angin.
Sabda Rasulullah s.a.w., menyatakan: "Wahai orang yang mengaku beriman dengan lidah, namun hatinya belum sepenuhnya beriman. Janganlah kalian menyebarkan fitnah terhadap sesama Muslim dan mencari kesalahan mereka. Sesungguhnya, siapa pun yang mencari-cari kesalahan saudaranya, maka Allah juga akan mencari kesalahannya dan menampakkannya, walaupun dia bersembunyi di dalam rumahnya sendiri." (Riwayat Abu Daud)
Internet merupakan sebuah tantangan baru bagi manusia dalam memudahkan komunikasi tanpa sempadan. Orang yang suka menyebarkan fitnah atau mengumpat secara siber cenderung melepaskan amarahnya.
Dalam banyak kasus yang terjadi, hal ini dapat menimbulkan kemarahan, kecemasan, dan kesedihan bagi orang yang difitnah. Informasi yang dipublikasikan dalam dunia maya akan tersebar dengan cepat dan mudah. Hal yang lebih serius terjadi ketika gambar yang memalukan juga ikut dipublikasikan.
Pelaku tidak memedulikan ancaman Allah asalkan hatinya terpuaskan dengan melampiaskan rasa benci yang memuncak. Firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 12 menyatakan: "Dan janganlah sebagian dari kalian mengumpat yang lain. Apakah ada di antara kalian yang ingin memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu saja kalian semua akan merasa jijik."
Umat Islam sebaiknya lebih mengutamakan penggunaan kemudahan teknologi digital untuk mempererat silaturahim dan mengikuti ajaran Islam yang dapat meningkatkan keimanan kepada Allah. Dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah, Islam dapat disebarkan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala oleh batasan fisik.
Namun, masih banyak orang yang terjebak dalam agenda untuk menyebarkan rasa marah dan benci melalui dunia maya. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa "mata pena lebih tajam daripada mata pedang." Apapun cara yang digunakan untuk mengungkap kejelekan orang lain, hal itu tetap dianggap sebagai perbuatan mengumpat. Rasulullah SAW pernah mengingatkan, "Barang siapa menutupi aib saudaranya, niscaya Allah akan menutupi aibnya di akhirat."
Sebagai masyarakat, mari kita manfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan mempersatukan, bukan untuk memecah belah. Internet dapat memberikan manfaat besar bagi manusia jika digunakan dengan bijaksana. dalam mencegah penyebaran fitnah di dunia maya!





0 comments:
Posting Komentar