Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamualaikum wr. wb. kepada semua pembaca. Segala puji bagi Allah yang mengatur alam semesta beserta isinya. Selawat dan salam untuk Nabi Muhammad s.a.w. dan keluarganya.
Para ulama telah membahas tentang bisikan setan sebagaimana yang terdapat dalam surah an-Nas. Allah s.w.t. berfirman, "Katakanlah : 'Aku berlindung kepada Tuhan Pemelihara manusia. Yang menguasai seluruh umat manusia. Tuhan yang layak disembah oleh semua manusia. Dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi. Yang melemparkan bisikan dan godaannya ke dalam hati manusia. (Yaitu) pembisik dan penghasut dari golongan jin dan manusia."
Al-Qadi Abu Ya'la menyatakan bahwa al-waswas dapat diartikan sebagai bisikan yang tersembunyi atau dirasakan di dalam hati, yang terkadang muncul saat seseorang sedang berpikir dan kemudian berpindah ke anggota tubuh manusia. Pandangan ini berbeda dengan pandangan ahli teologi yang menyangkal adanya pengaruh atau bisikan syaitan di dalam tubuh manusia karena dianggap tidak mungkin ada dua roh dalam satu tubuh.
Definisi Bisikan Syaitan ini juga diperkuat oleh firman Allah, yang artinya "Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia." Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda bahwa syaitan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah dan bisa membisikkan sesuatu ke dalam hati mereka.
Imam Ibn Kathir menjelaskan bahwa bisikan syaitan tersebut bersifat tersembunyi, yaitu syaitan berada di atas hati manusia dan akan membisikkan jika manusia lalai. Namun, jika manusia menyebut nama Allah, syaitan akan bersembunyi. Ada juga perumpamaan yang menggambarkan syaitan seperti anak kecil yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia.
Ada kisah tentang Isa anak Maryam a.s. yang memohon kepada Allah untuk memperlihatkan kedudukan syaitan di sisi manusia, dan syaitan tersebut akan bersembunyi saat manusia menyebut nama Allah. Beberapa doa dan permohonan juga disebutkan dalam kitab Zam al-Waswasah untuk memohon perlindungan dari bisikan syaitan.
Semua cerita ini menggambarkan betapa pentingnya untuk selalu mengingat nama Allah dan memohon perlindungan dari bisikan syaitan yang bisa mengganggu hati dan pikiran manusia.
Implikasi Bisikan Syaitan
Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dari Abu al-Jawza', ia mengatakan: "Sesungguhnya, syaitan berada dalam hati orang yang tidak menyebut nama Allah. Kita sering melihat mereka berada di majlis dan di pasar, namun jarang sekali mereka menyebut nama Allah kecuali sekali-kali. Demi Allah yang aku bersumpah dengan kekuasaan-Nya, tidak ada yang dapat mengusir syaitan dari hati kecuali dengan ucapan lailahaillallah."
Kemudian, ia mengutip ayat ke-46 dari surah al-Isra' yang artinya: "Dan bila kamu menyebut nama Tuhanmu sendirian dalam al-Quran, mereka berpaling dengan kebencian."
Inilah pandangan para ulama tentang bisikan syaitan yang dijelaskan dalam kitab Luqt al-Marjan fi Ahkam al-Jan oleh Imam al-Suyuti. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua. Wassalamualaikum wr. wb.





0 comments:
Posting Komentar