Senin, 23 Februari 2026

Berteman dengan Buku.

Posted By: Aa channel media - Februari 23, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Buku adalah catatan ilmu. Membaca dan meneliti buku sama dengan mempelajari suatu ilmu. Buku mentransfer pengetahuan dan informasi kepada pembacanya. Tidak hanya satu, bahkan ribuan atau jutaan pembaca.

Buku juga menjaga ilmu untuk generasi yang akan datang. Hal ini diakui oleh Rasulullah ketika Beliau meminta sebuah buku ketika sedang sakit. Dengan buku tersebut, Beliau berharap dapat memberikan petunjuk kepada sahabat-sahabatnya untuk menulis pesan bagi umat agar tidak tersesat setelah wafatnya. Meskipun permintaan Rasulullah tidak terpenuhi atau ditulis, namun tradisi keilmuan Islam yang kemudian sangat terkait dengan buku.

Buku dihargai karena mengumpulkan dan mencatat ilmu. Penulis, penjual, pemilik, dan pembaca mendapat manfaat yang besar darinya. Buku bukan hanya sebagai referensi ahli, tetapi juga sebagai teman yang selalu setia.

Terbukti dalam sejarah, para ilmuwan dan cendekiawan Islam selalu berdampingan dengan buku. Ketika mereka sendirian, buku menjadi teman yang mereka tekuni. Bahkan, ada ilmuwan Islam yang mampu menulis dengan cepat.

Mereka memiliki perpustakaan pribadi sebagai referensi, bahkan sebagian besar isi buku dipindahkan ke dalam ingatan mereka. Mereka menghabiskan banyak uang untuk membeli buku, menulis, dan menyimpannya. Sebut saja nama ulama Islam manapun, sejarah hidup mereka selalu berhubungan dengan buku.

Usia muda seiring dengan waktu yang luang yang melimpah. Oleh karena itu, banyaklah membaca dan memperluas wawasan. Jangan hanya menemani satu genre buku, tetapi harus melintasi berbagai bidang. Variasikan tema buku yang dibaca. Di masa muda lah kita membangun sudut pandang terhadap kehidupan dan memberikan makna pada hidup. Melalui buku, kita dapat menggali ilmu dan pengalaman orang lain.

Generasi muda perlu mendalami buku-buku yang memberikan pemahaman tentang agama. Inilah saat emas untuk mempelajari kekayaan ilmu Islam yang memakan waktu. Para ulama telah mewariskan buku untuk dibaca dan dipelajari.

Rasa ingin tahu harus terus dipuaskan. Kecanduan ilmu harus disalurkan melalui membaca. Jiwa generasi muda harus terus menjelajah dari satu buku ke buku lainnya. Mencari dan terus mencari jawaban atas berbagai pertanyaan.

Hal ini akan membuka pintu diskusi, pertukaran pendapat, dan pembentukan pandangan. Saat masih muda, pikiran masih kosong dari prasangka seperti orang dewasa. Oleh karena itu, ilmu lebih mudah terakumulasi.

Mencatat Ilmu

Pembacaan yang kita lakukan hari ini akan menjadi pondasi bagi pemikiran kita di masa depan. Informasi yang kita peroleh dari buku akan membentuk sebuah panorama pemikiran tentang suatu isu atau topik tertentu.

Proses ini seperti menyusun puzzle, di mana setiap buku akan menambah dan memperluas pemahaman kita tentang sesuatu permasalahan. Semua ini dapat terwujud jika ilmu yang kita peroleh dicatat. Catatan tersebut akan mencerminkan informasi penting, inti dari buku tersebut, atau ide-ide yang muncul selama proses membaca. Dengan cara ini, ilmu yang telah kita serap tidak akan hilang begitu saja. Pemahaman kita akan menjadi lebih kokoh ketika kita mencatat ilmu tersebut.

Ada sebuah hadis yang mengisahkan tentang seorang lelaki dari kalangan Ansar yang mendengar hadis dari Nabi namun tidak mampu menghafalnya. Masalah ini kemudian dilaporkan kepada Nabi.

Nabi menjawab, "Gunakan tangan kananmu." Dengan demikian, Baginda menyarankan agar ilmu tersebut dicatat dengan tangan.

Kita harus menunggu hingga ilmu yang dicatat tersebut matang dan menjadi buah pemikiran. Kita tidak seharusnya tergesa-gesa membagikan sepotong ilmu di media sosial tanpa memahami konteks dan relevansi informasi tersebut. Hal ini mungkin akan menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan, dan debat tanpa dasar yang sebenarnya.

Kualitas serta karakter seseorang di masa dewasa ditentukan oleh buku-buku yang dibaca di masa muda. Mari kita tentukan arah dan identitas diri kita di masa depan melalui kegiatan membaca.

Akrab dengan Buku

1. Selalu bawa buku kemana pun Anda pergi. Setiap kesempatan yang ada, manfaatkan waktu untuk membaca buku.
2. Kurangi waktu yang dihabiskan untuk berselancar di media sosial, dan gantikan itu dengan kegiatan membaca buku.
3. Lebih sering membaca buku daripada hanya mengandalkan informasi dari internet. Hal ini karena konten buku cenderung lebih terperinci, matang, dan telah melalui proses penyuntingan yang ketat.
4. Ajak teman-teman untuk berdiskusi mengenai buku yang sedang dibaca, atau adakan sesi tukar buku dalam pertemuan kelompok.
5. Jangan lupa untuk mencatat ilmu dan informasi penting yang Anda dapatkan dari buku yang dibaca. Simpan catatan tersebut untuk referensi di masa depan.
6. Anda bisa menuliskan catatan di pinggir halaman buku, atau memberi tanda pada kalimat dan kata-kata penting. Jika Anda merasa sayang untuk mencoret-coret buku, Anda bisa membuat salinan fotokopi untuk mencatat hal-hal tersebut.


 

0 comments:

Posting Komentar