Kami telah melihat orang-orang baik ini, atau "Ghuraba," bekerja keras untuk membantu Muslim muda tetap teguh dalam iman mereka, mencintai Al-Qur'an dan Sunnah, dan mengikuti jalan Islam yang benar.
Mereka juga mulai memberikan pendapat mereka sendiri tentang masalah keagamaan tanpa pemahaman yang tepat dari Al-Qur'an dan Sunnah. Pendapat-pendapat ini tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar, sehingga mereka menyesatkan banyak orang.
Karena hal ini, beberapa kelompok di berbagai negara Islam dengan keras menyebut setiap kelompok Muslim lain sebagai kafir dan menggunakan ide-ide membingungkan yang sulit dijelaskan sekarang.
Tetapi tujuan utama kami di sini hanyalah untuk memberi nasihat dan mengingatkan para penuntut ilmu dan pendakwah Islam.
Beberapa orang mengatakan dengan sangat mudah dan tanpa berpikir: "Saya melakukan ijtihad," atau "Saya berpikir seperti ini," atau "Saya tidak setuju." Ketika ditanya, "Apa dasar pendapatmu? Apakah kamu percaya pada Al-Qur'an, hadis Nabi Muhammad, damai besertanya, dan kesepakatan para ulama dari kalangan sahabatnya?
Atau hanya berdasarkan perasaan dan pemahaman terbatasmu?" Kadang-kadang, pendapat muncul dari perasaan bangga, mencintai diri sendiri, dan tertipu. Jadi, saya mengingatkan saudara-saudara kita yang sedang belajar agar menjauhi hal-hal yang tidak pantas dalam Islam.
Jangan tertipu oleh apa yang mereka anggap sebagai ilmu, dan jangan biarkan rasa bangga dan kesombongan mengalahkanmu.
Nasihat ini berasal dari buku berjudul "Hayat al-Albani" dan tulisan lain yang mengajarkan kita bagaimana berbagi Islam dengan baik.
Beberapa orang yang memakai pakaian seperti pengikut Salaf (muslim awal) mungkin mengklaim mengajarkan jalan mereka, tetapi sebenarnya mereka mengikuti keinginan mereka sendiri dan menyakiti ajaran Salaf. Semoga Allah melindungi kita dari kesalahan semacam itu.







0 comments:
Posting Komentar