Ayat ini adalah bagian dari sekelompok ayat tentang betapa besar Allah berbicara tentang langit, bumi, petir, dan bagaimana manusia diciptakan.
Allah ingin mengajarkan kita bahwa Dia dengan hati-hati menciptakan pasangan istimewa untuk setiap orang seorang teman yang penuh kasih yang tetap setia, mendengarkan kata-kata Anda dan bahkan perasaan yang tidak terucapkan, menerima Anda apa adanya, dan membawa kedamaian, kenyamanan, dan kekuatan.
Allah membuat janji khusus yang disebut Akad Nikah. Janji ini membantu pasangan merasa tenang, dicintai, dan bersikap baik satu sama lain.
Dengan hanya dua kata sederhana 'Ijab' dan 'Qabul' terjadi perubahan besar: apa yang sebelumnya tidak diperbolehkan menjadi diperbolehkan, dosa berubah menjadi amal baik, hal buruk menjadi suci, dan kebebasan berubah menjadi tanggung jawab. Karena itu, nafsu berubah menjadi cinta sejati dan perhatian.
Al-Qur'an menyebut Akad Nikah sebagai "janji yang berat" karena sangat penting. Janji istimewa ini hanya disebutkan tiga kali dalam Al-Qur'an. Pertama, ketika Allah membuat janji dengan Nabi dan utusan penting lainnya.
Kedua, ketika Allah mengangkat Gunung Tsur di atas Bani Israil dan meminta mereka untuk berjanji setia kepada-Nya. Ketiga, ketika Allah berbicara tentang pernikahan. Akad Nikah adalah peristiwa yang sangat besar di hadapan Allah.
Itu disaksikan tidak hanya oleh keluarga dan teman-teman tetapi juga oleh malaikat di langit dan terutama oleh Allah sendiri, Tuhan dari segala sesuatu. Jika Anda mengabaikan janji ini, Anda bertanggung jawab tidak hanya kepada orang-orang tetapi juga kepada Allah, yang adalah Tuhan dari semua alam.
Pernikahan adalah ketika dua orang menjadi suami dan istri. Dalam kata-kata, itu berarti "menikah." Dalam aturan khusus, itu disebut "Aqod," yang memungkinkan orang untuk dekat dan berbagi hak serta tanggung jawab, tetapi hanya jika mereka tidak terkait secara terlarang.
Nabi berkata: Jika kamu mampu menikah dan ingin melakukannya, lakukanlah karena itu membantu kamu menjauh dari hal-hal buruk dan tetap suci. Jika tidak mampu menikah, maka berpuasa adalah baik.
Pernikahan juga merupakan hal baik yang dilakukan para nabi mereka mencintai, menggunakan parfum, membersihkan gigi mereka, dan menikah. Menikah sangat dianjurkan jika kamu siap dan tidak tergoda untuk berbuat dosa. Tidak disukai jika seseorang ingin menikah tetapi tidak mampu mengurus keluarga.
Diharamkan jika seseorang menikah karena alasan buruk atau ingin menyakiti pasangannya. Nabi berkata: Pernikahan adalah jalanku, dan jika seseorang membencinya, maka mereka tidak benar-benar mengikuti aku.
Pernikahan adalah proses, dan kedua orang perlu mempersiapkan secara mental dan ilmiah. Mereka harus dewasa, bertanggung jawab, dan didorong oleh niat baik. Mereka harus belajar tentang hukum pernikahan, kesehatan, dan bagaimana mengelola uang dengan bijaksana.
Motivasi semangat dan kerja
Hasil pernikahan
- Bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan keluarga (memberikan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kebutuhan sosial, dan keagamaan secara tepat)
- Mengutamakan kepentingan keluarga di atas manfaat pribadi
- Menerima kehadiran anak-anak dengan tulus, beserta segala ketidaknyamanan
- Siap mendidik generasi berikutnya
- Bersiap memimpin dan dipimpin, serta tulus
- Siap memberi contoh yang baik
- Puas dengan kenyataan keluarga
Bersabar dan terima ujian
- Siap bekerja sama dengan pasangan
- Siap berkompromi dan bernegosiasi dengan pasangan dan anak-anak
Cara memilih istri/suami
Utamakan agama
"Nabi Muhammad (saw) bersabda" wanita menikah karena empat alasan: kekayaan, keturunan, kecantikan, agama. Jadi, menikahlah karena agama, dan kamu akan sukses (Hadis Bukhari Muslim)
Cara memilih istri/suami
- Lebih baik tidak berasal dari kerabat dekat atau keluarga
- Kemungkinan lebih tinggi mutasi genetik—penyakit bawaan atau cacat mungkin muncul
- Perluas ikatan keluarga
- Utamakan visi dan pandangan hidup yang sama
- Utamakan kesehatan
- Utamakan orang yang berkarakter baik dan penuh kasih
- Tidak perlu berkencan terlebih dahulu
- Talqah diperlukan untuk mengetahui kedua keluarga pasangan
- Cari pendapat dari orang yang lebih berpengalaman
- Dengarkan pendapat dan nasihat dari teman dan keluarga
- Lakukan Istikhara saat membuat keputusan akhir
Cinta dan perhatian sangat penting. Ketika seorang suami memandang istrinya dengan cinta dan kasih sayang, dan istri juga memandang suaminya dengan cinta dan kasih sayang, maka Allah akan memandang keduanya dengan cinta dan kasih sayang.
Ketika seorang suami memegang jari istrinya dengan cinta dan kasih sayang, semua dosa akan hilang dari keduanya. Pria adalah pemimpin dalam keluarganya, dan mereka harus bertanggung jawab atas bagaimana mereka memimpin. Wanita juga pemimpin di rumah suami mereka dan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Seorang istri dapat memberikan apa saja yang dia miliki. Tetapi hadiah paling bahagia bagi seorang suami adalah hati seorang istri yang selalu siap berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Di luar rumah, seorang suami mungkin menghadapi banyak masalah dan kesulitan.
Ketika dia pulang ke rumah, dia ingin melihat wajah bahagia, mata yang baik, kata-kata lembut, dan cinta dari istrinya. Dia ingin cintanya membuat kekhawatirannya mencair seperti cerita Putih. Wanita sangat istimewa sebagai ibu.
Nabi Muhammad berkata bahwa surga berada di bawah kaki ibu. Jadi, apakah rumah menjadi surga yang bahagia atau tempat yang sulit tergantung pada ibu. Sebuah rumah akan menjadi surga jika memiliki kesabaran, kesetiaan, dan kemurnian. Suami harus menghormati dan menghargai wanita.
Nabi Muhammad adalah orang yang paling baik hati. Aisyah berkata bahwa dia membantu di rumah, memasak, menyapu, memeras wijen, dan mencuci pakaian. Dia memanggil istrinya dengan kata-kata yang baik.
Setelah dia meninggal, beberapa teman meminta Aisyah untuk menceritakan tentang perilakunya. Dia mulai menangis dan berkata, "Semua tindakannya indah." Ketika ditanya apa yang paling menakjubkan tentang dia, dia berkata bahwa dia akan bangun di tengah malam untuk berdoa dan meminta izin darinya.
Dia percaya bahwa orang terbaik adalah orang yang baik dan lembut terhadap keluarganya. Pada hari Haji terakhir, Nabi Muhammad memberikan pidato khusus. Dia memberitahu semua orang untuk bersikap baik kepada wanita karena mereka adalah mitra yang dipercaya.
Dia berkata bahwa wanita memiliki hak, dan pria juga memiliki hak. Jika wanita taat kepada suami mereka, pria tidak boleh kasar atau tidak adil kepada mereka. Ketika hidup sulit, seperti perahu yang menabrak batu tajam atau mimpi yang menjadi sulit, tetaplah kuat bersama suamimu.
Terus tersenyum bahkan ketika masalah terjadi karena setiap orang membuat kesalahan kadang-kadang.
Seorang suami terkadang melakukan sesuatu yang disebut 'Al-bagyu', yang berarti bertindak tidak adil atau memperlakukan orang lain dengan buruk. Jenis Al-bagyu yang terburuk, menurut Allah, adalah ketika seseorang memperlakukan istrinya dengan buruk.
Ini termasuk mengabaikannya, menyakiti perasaannya, mengambil kembali cintanya, membuatnya merasa kurang penting, tidak mendengarkan dia, dan menghentikan kebahagiaan bersama. Nabi berkata bahwa nilai seorang pria dinilai dari bagaimana dia memperlakukan istrinya.
Dia berkata, "Tidak ada wanita yang dihormati kecuali oleh pria mulia, dan tidak ada wanita yang dihina kecuali oleh pria jahat." Istri ingin suaminya membuat mereka bahagia, tetapi sering kali mereka tidak memikirkan bagaimana membuat suami mereka bahagia.
Cinta dan perhatian tumbuh ketika orang memberi dan berbagi, bukan ketika mereka mengambil atau menyakiti satu sama lain. Cinta tidak tumbuh ketika ada kebencian, dan perhatian tidak tumbuh jika orang membalas dendam atau mudah marah.







0 comments:
Posting Komentar