Sabtu, 13 Juni 2026

Penyakit yang Dapat Membuat Penderitanya Kehilangan Akal Sehat

Posted By: Aa channel media - Juni 13, 2026


Ini bukan tentang penyakit mental yang sebenarnya disebabkan oleh gangguan saraf dan otak seperti skizofrenia. Namun, kegilaan dari kondisi ini benar-benar aneh dan tidak bisa disembuhkan, menyebabkan penderitanya menderita sangat tersiksa.


orang-orang yang mengidap penyakit ini terlihat aneh oleh lingkungan sekitarnya:

Penyakit Addison termasuk dalam gangguan hormonal. Penyakit ini dianggap 'gila' karena dapat menyebabkan kematian akibat tekanan emosional yang muncul tiba-tiba. Meskipun belum bisa disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan obat-obatan.

Penyakit Addison juga dikenal sebagai Polyglandular Addison's. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi adrenalin, hormon yang bertanggung jawab atas respons stres. Tanpa adrenalin, organ tubuh tidak dapat merespons stres, menyebabkan penderita menjadi emosional labil dan depresi.

Gejala dari penyakit Addison meliputi kelelahan kronis, kelemahan otot, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan drastis, mual, muntah, diare, tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pingsan frekuensi tinggi, serta perubahan warna gelap pada beberapa area kulit.

Jika penyakit ini terjadi pada anak-anak, efeknya akan lebih parah daripada pada orang dewasa. Pengobatan biasanya melibatkan penggunaan steroid untuk mengontrol penyakitnya.

Distrofi Refleks Simpatis (RSD/Reflex Sympathetic Dystrophy) merupakan gangguan saraf yang membuat penderitanya merasa seperti gila karena rasa nyeri yang terbakar seperti api. Penyembuhan kondisi ini sangat kompleks karena muncul secara tiba-tiba, dan obat hanya dapat mengurangi gejalanya.

Penderita RSD merasa seperti disiksa setiap hari oleh rasa sakit yang membakar kaki dan lengan mereka, membuat mereka merasa seolah-olah berada di dalam api. Setiap sentuhan terasa panas dan bengkak, disertai dengan keringat berlebihan.

Penyakit ini diyakini sebagai reaksi abnormal dari sistem saraf simpatik, yang mengatur aliran darah di kulit. RSD bisa hilang dengan sendirinya, tetapi ketika rasa sakit muncul, intensitasnya luar biasa tinggi. Banyak pasien harus menjalani perawatan intensif selama bertahun-tahun untuk mengurangi rasa sakit.

Trimethylaminuria (TMAU) atau Sindrom Bau Ikan adalah gangguan metabolisme langka yang membuat penderitanya tercium bau amis seperti ikan. Meskipun sulit disembuhkan, ada cara untuk mengurangi gejalanya.

TMAU disebabkan oleh gangguan produksi enzim Flavin monooksigenase 3 (FMO3). Ketika FMO3 tidak berfungsi dengan baik atau tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup, tubuh kehilangan kemampuan untuk menghilangkan trimetilamina (TMA) dari makanan menjadi trimetilamin oksida (TMAO).

Hal ini menyebabkan TMAU, dimana trimetilamina yang menumpuk menyebabkan bau urine, keringat, dan nafas yang sangat kuat dan amis. Meskipun sering mandi dan menggunakan berbagai produk wangi, bau yang menempel sulit dihilangkan, mengakibatkan penderita merasa terpuruk secara psikologis dan sosial.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan TMAU. Penderita hanya dapat mengurangi bau dengan membatasi makanan yang dapat memicu produksi TMA. Namun, hal ini cukup merepotkan karena banyak makanan sehari-hari mengandung asam amino cholin yang menjadi molekul pembentuk TMA.

Morgellons adalah gangguan kulit yang membuat penderitanya merasa gila karena terus-menerus merasa gatal tanpa penyebab yang jelas. Meskipun kontroversial, penyakit ini dapat membuat penderita mengalami masa-masa yang sulit.

Penyebab dari kondisi ini tidak diketahui, karena rasa gatal yang sulit dijelaskan. Penderita akan merasa ingin terus menggaruk, menganggap bahwa ada sesuatu di bawah kulit mereka yang berpotensi menyebabkan infeksi seperti cacing parasit.

Penderita biasanya mengeluhkan adanya sesuatu yang hidup di bawah kulit mereka dalam bentuk serat kecil, butiran mirip pasir, atau benda berwarna putih, biru, merah, atau hitam. Meskipun tidak ada penjelasan pasti, penderita merasa harus terus menggaruk untuk mengeluarkan 'parasit' tersebut dari kulit mereka.

Epidermolisis bulosa adalah penyakit kulit genetik yang biasanya muncul pada bayi baru lahir, di mana kulit mereka mengeras dan bersisik seperti berlian. Sayangnya, belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi ini.

Bayi dengan epidermolisis bulosa lahir dengan kulit yang keras, tebal, dan sangat kering di hampir seluruh tubuhnya. Kondisi ini membuat bayi sulit mengatur cairan tubuh, mengatur suhu tubuh, dan melawan infeksi, sehingga banyak yang mengalami dehidrasi atau infeksi pada saat kelahiran.

Banyak bayi dengan kondisi ini meninggal saat bayi. Hanya sedikit yang bisa bertahan hidup hingga dewasa, dan mereka harus berjuang keras dengan penggunaan lotion setiap saat untuk menjaga kelembaban kulit mereka.



0 comments: