Stroke terjadi ketika terjadi pendarahan dalam otak atau ketika aliran darah ke otak terhambat. Pada beberapa kasus, otak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sehingga sel-sel otak mulai mati, dan proses ini dapat terjadi dalam waktu beberapa jam.
Penting untuk mengenali tanda-tanda stroke, antara lain:
1. Kelemahan, paralisis, atau kesemutan pada wajah atau tungkai, biasanya pada satu sisi tubuh.
2. Pandangan tiba-tiba menjadi kabur atau buram, biasanya pada satu mata.
3. Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
4. Kesulitan menelan tiba-tiba.
5. Jatuh mendadak, pusing, atau kehilangan keseimbangan tanpa penyebab yang jelas.
6. Nyeri kepala yang parah secara tiba-tiba tanpa sebab yang diketahui.
7. Rasa kantuk, bingung, atau penurunan kesadaran.
Jika seseorang mengalami stroke, langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:
1. Cari pertolongan medis secepat mungkin, hubungi ambulans (118) jika memungkinkan.
2. Ikuti langkah DRABC (Danger | Response | Airway | Breathing | CPR) untuk menentukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan.
3. Periksa apakah ada bahaya sekitar.
4. Periksa respons korban.
5. Periksa jalur napas korban.
6. Periksa pernapasan korban.
7. Berikan CPR jika korban tidak bernapas.
8. Sementara menunggu bantuan, pastikan korban dalam posisi yang nyaman dan aman.
9. Jika korban sadar, berikan dukungan dan jaga kehangatan tubuhnya.
10. Jangan berikan makanan atau minuman kepada korban.
Jika korban tidak sadar, posisikan dalam posisi pemulihan dan awasi jalan napas dan pernapasannya. Meskipun gejala sementara, seperti TIA, segera dapatkan bantuan medis karena bisa menjadi tanda stroke di masa depan.
Jumat, 15 Mei 2026
Filled Under
Dunia Penyakit
P3S: Penanganan Pertama Pada Serangan Stroke
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar