Semakin banyak kita mencari kepuasan di dunia ini, semakin besar kehausan yang kita rasakan. Setetes embun mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan luasnya lautan, namun kadang-kadang kita baru menyadari kebutuhan sesuatu yang tidak kita miliki ketika kita sudah memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak kita perlukan.
Masa lalu adalah untuk dikenang, masa kini adalah untuk dihadapi, dan masa depan adalah untuk dinanti. Musuh harus disyukuri karena mereka membantu kita tumbuh, sementara teman harus dihadapi dan dilawan untuk mempertahankan nilai-nilai yang kita yakini.
Apakah kita menginginkan kebahagiaan? Tanyakan pada penderitaan. Karena terkadang, penderitaan adalah guru terbaik yang mengajarkan kita tentang arti sebenarnya dari kebahagiaan. Kebijaksanaan adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah hasil dari persiapan yang bertemu dengan kesempatan. Pernikahan adalah ladang amal terbesar yang Tuhan sediakan untuk kita, namun seringkali kita tidak menyadarinya. Kematian mungkin menakutkan, namun sebenarnya itu adalah bagian yang indah dari kehidupan.
Hidup adalah sekolah, dan semakin kita belajar, semakin banyak ujian yang akan kita hadapi. Tanpa ujian, kita tidak akan menjadi lebih arif dan bijaksana. Jadi, hadapilah setiap ujian dengan tabah.
Cinta adalah jembatan yang menghubungkan hati kita dengan orang yang kita cintai. Katakanlah cinta kita kepada orang yang kita sayangi, hingga kita sadar bahwa cinta sejati adalah cinta yang mampu berbagi.
Banggakan setiap pilihan yang kita ambil, karena mungkin itu adalah yang terbaik untuk kita. Jangan hanya terpaku pada cahaya dan suara, tetapi lihatlah lebih jauh dari itu. Hidup ini bagaikan menjilat madu dari atas duri, terkadang pahit namun juga manis.
Hati manusia adalah seperti kendi, hanya dari apa yang keluarlah kita bisa melihat kejernihan hati seseorang. Memberikan kebahagiaan kepada orang lain dengan tindakan adalah lebih baik daripada ribuan doa yang hanya terucap tanpa tindakan nyata.
Cinta adalah tipis seperti halimun yang mampu membutakan pandangan kita. Tertawa dan menangis merupakan bagian dari manusia yang paling permukaan, keduanya bisa digunakan untuk menipu.
Jangan bermimpi untuk mencapai hal yang tinggi jika kita tidak siap untuk meraihnya. Manusia adalah makhluk paling berat jika harus memegang amanah, namun paling ringan jika meninggalkan kewajiban sholat.
Tidak ada yang lebih besar dari hawa nafsu, dan tidak ada yang lebih tajam dari lidah manusia. Berani mencoba adalah langkah awal menuju kesuksesan. Jadi, jangan takut untuk mencoba dan meraih apa yang kita impikan.







0 comments:
Posting Komentar