Kamis, 14 Mei 2026

Ketik Reg Spasi Bodoh!

Posted By: Aa channel media - Mei 14, 2026

Makin hari, iklan di TV semakin aneh dan membingungkan. Salah satu iklan yang paling membuat saya heran adalah iklan tentang layanan SMS yang tak masuk akal. Hal-hal tak logis tersebut terus menghiasi layar TV setiap harinya.

Beragam iklan SMS ditayangkan, namun pada dasarnya semuanya mengajak kita untuk berlangganan layanan tertentu dengan cara mengirimkan pesan REG spasi jenis layanan ke nomor tertentu. Layanan-layanan yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari ramalan nasib, jodoh, musik, tato, game, hingga agama. Semua hal tersebut dicampur adukkan dalam iklan-iklan tersebut.

Terkadang, iklan tentang SMS agaknya masih bisa dimaklumi. Mungkin ada orang-orang yang merasa butuh siraman rohani dan mencari keselamatan melalui pesan-pesan agama. Namun, ada pula iklan SMS yang terasa aneh, seperti mengajak untuk berjudi dengan iming-iming hadiah umrah. Benar-benar membingungkan, bagaimana hal-hal sakral bisa dijadikan sebagai ajang perjudian.

Salah satu iklan SMS yang paling absurd adalah tentang ramalan nasib. Cukup dengan mengirimkan pesan weton ke nomor tertentu, kita disuguhkan dengan ramalan tentang karier yang cocok untuk kita, bahkan ramalan tentang jodoh kita. Tanpa kita sadari, iklan-iklan SMS ini mulai memengaruhi pikiran penonton TV, seolah-olah SMS memiliki kekuatan supranatural.

Namun, pada kenyataannya, semua itu hanyalah tipuan semata. Hanya dengan sekali mengirim SMS, kita akan dikenakan biaya sebesar Rp 2000. Bahkan ada pelanggan yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 750 ribu dalam sebulan untuk layanan ini, namun tak ada yang benar-benar berubah dalam hidup mereka.

Ironis memang, ketika teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, namun justru digunakan untuk menyebarkan hal-hal tak masuk akal. SMS bukanlah jawaban dari segala persoalan, namun justru menjadi sumber kebingungan bagi banyak orang. Kita perlu menyadari bahwa kehidupan tidak dapat ditentukan hanya melalui SMS semacam itu. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menyikapi iklan-iklan tak masuk akal tersebut.


 

0 comments: