Gambang Kromong, salah satu musik khas dari kesenian Betawi yang paling terkenal, selalu menjadi pusat perhatian dalam budaya Betawi. Musik ini merupakan perpaduan antara musik tradisional Betawi dan musik Cina, dengan instrumen seperti Kongahyan, Tehyan, gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul, dan gong.
Kesenian Gambang Kromong mulai berkembang pada abad ke-18 di sekitar Tangerang, ketika sekelompok pekerja pribumi berkolaborasi dengan wanita perantauan Cina membawa Tehyan dan Kongahyan. Awalnya, lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu Cina, namun seiring waktu, lagu-lagu lokal seperti Jali-Jali Bunga Siantan, Cente Manis, dan Renggong Buyut mulai diperkenalkan.
Pada tahun 70-an, Gambang Kromong mendapat sentuhan kreativitas dari H. Benyamin Syueb, yang membuat musik ini semakin populer di hajatan dan acara kampung Betawi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan Gambang Kromong mulai terancam dan hanya terdengar di bulan Juni saat ulang tahun Jakarta.
Perlu adanya upaya pelestarian dan pembinaan terhadap seni musik Gambang Kromong, terutama untuk generasi muda Betawi. Kepedulian terhadap kesenian Betawi, baik musik maupun silat, harus ditingkatkan agar keberadaannya tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Selasa, 19 Mei 2026
Filled Under
Negara
Kesenian khas Betawi merupakan seni tradisional yang kaya akan budaya lokal dan warisan leluhur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar