Kopi panas dan sebatang rokok pagi ini, terasa tidak biasa! Kenapa? Karena pikiranku sedang mencoba mengingat-ingat memori 8 tahun yang lalu. Sebuah titik yang terpilih untuk menemani pagi ini. Tak ada yang istimewa dari seorang anak remaja yang bingung menentukan arah hidup, hanya seorang remaja yang penuh emosi dan labil. Bukan seorang superstar, bukan rockstar, bukan juga seseorang yang diharapkan bisa membuat perubahan besar dalam negerinya. Aku hanya ingin kembali ke saat itu, mungkin!
“Jaje berjalan ke sana Jaje berjalan ke sini”
“Yen dipanam dadi anggon gena?”
scene: pagi pukul 11; tanpa tanggal; 8 tahun yang lalu, kembali. Aku membaca postingan yang membuatku terkejut! Aku diterima di Teknik Mesin Udayana! Sial! Seharusnya aku senang, tapi tiket ke Jogja sudah kubeli, barang-barang sudah kupack! Aku benci harus memikirkan ulang semuanya! Tapi harus kulakukan, 2 hari untuk memutuskan kata Bapakku.
Aku membandingkan: - mobil Feroza Hijau, janji dari Bapakku untuk meninggikan badan mobil, memasang ban Radial, sound system full bass. Aku akan menggoyang dengan kaos Harley hitam dan kaca mata hitamku! Belum lagi cita-cita memasang stiker Harley besar di belakang mobil! Ah, para perempuan pasti akan memujaku!
"Tolong gantikan aku main bass ya," kata temanku yang sudah bulat untuk berangkat ke Djogja. Band-nya cukup besar, diidolakan banyak orang. Gadis-gadis tak akan menjadi masalah! Sebagai anggota band akan membuatku terlihat keren! Meski aku belum yakin cocok atau tidak dengan musiknya.
“Sudah ambil saja Udayana, kamu sekalian kerja sama paman, nyaman kok, gajinya cukup buat kamu senang-senang,” iming-iming pamanku. Angka itu begitu menggiurkan! Aku bisa gonta-ganti HP baru, beli baju Billabong, beli Zippo, dan mungkin menambah koleksi sepatu Chiko. Wah, banyak hal yang bisa kulakukan dengan uang itu.
Kram otak rasanya, meski aku tidak yakin dengan keputusan yang harus aku ambil! Ragulah dan bingung, “Siapkah aku melepas semuanya hanya untuk Djogjakarta?”
Djogja: Gudang bus, sigh... Pertama kali datang kesana untuk tes, aku tidur di gudang bus puspa sari di Sosrowijayan Malioboro, berbagi kamar dengan 5 orang, satu ranjang bersama. Satu-satunya hal yang membuat betah adalah senyum manis para mbak-mbak yang selalu lewat di depan gudang pada pagi hari dengan celana mini mereka. Saat itu aku mulai bertanya, “Mas, cewek di sini asik-asik ya? Ramah dan menantang, mereka tinggal di gang sebelah mas? Boleh ke sana kapan saja katanya?” Anehnya, jawabannya adalah tawa panjang dan tepukan di punggungku. Setelah seminggu, baru aku menyadari bahwa Sarkem adalah Pasar Kembang! The Neverland...
Aku menyadari bahwa aku tidak memiliki banyak alasan untuk pergi ke Djogja, tapi kenapa aku tidak bisa memutuskan untuk tinggal ? Masih mencari jawabannya!
Scene: sore pukul 19; tanpa tanggal; 8 tahun yang lalu, kembali ke Gokusanak teman-teman tongkronganku, arak tersedia, orang-orang membuat lingkaran di sekitarnya, kacang kulit berserakan di mana-mana. Wayan menyapaku, “Eh, kamu akhirnya ke Djogja ya? Sombong banget sih?” Kenapa tiba-tiba sombong pikirku? Aku tidak menyela, biarkan dia melanjutkan, “Kau sih, mau sekolah jauh-jauh! Mau jadi presiden ya? Masih hidup juga tahu!” Disertai tawa teman-temanku yang bekakakan! Bah! Made menimbali, kupikir saatnya mendapat pembelaan dari sobatku yang selalu bernyanyi bersamaku. “Eh, hati-hati malah diseret babi betina di sana, sampai-sampai tempat sucimu kamu rusak!” Lagi-lagi semua tertawa dengan riang. Aku masih tersenyum. Dewa tiba-tiba menyelak, “Peh, jangan sombong, kamu yang paling pintar!” Bah, cukup sudah... Aku pamitan dengan tetap tersenyum, maaf tidak minum arak malam ini! Not with you guys!
Aku tahu sekarang! Teriakku di depan Bapakku, aku turun dari motor. “Pak, aku akan kuliah di Jogja!”
Delapan tahun telah berlalu, dan aku tidak merasa menjadi lebih baik dari siapapun. Tidak lebih baik dari teman-teman lamaku. Hanya saja, kopi pagi ini dan sebatang rokok ditanganku terasa jauh lebih nikmat dari biasanya. Dan aku tersenyum, ada rasa puas di dada. Kulirik parkiran tempat kerjaku, tidak ada Feroza Hijau di sana!
Jumat, 15 Mei 2026
Filled Under
Motivasi
Jaje berjalan ke sana Jaje berjalan ke sini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar