Jumat, 15 Mei 2026

Agar Rasa Dapat Mengisahkan

Posted By: Aa channel media - Mei 15, 2026

Tidak ada makan siang gratis. Begitu juga dengan traktiran untuk Tulank dan Intan sore tadi. Setelah membagi gaji dan honor di kantor siang hari, kami makan bersama di kafe Warung Taji kami ajak. Karena dia membawa kamera, dia bertugas memotret.

Sementara itu Tulank dan Intan, kami minta untuk menulis pengalaman bersantap di kafe yang menyajikan menu Italia dan Jepang ini. Karena meminta mereka untuk menulis tentang kuliner, saya teringat ide lama untuk berbagi pengalaman menulis topik yang masuk kategori berita ringan (soft news) seperti ini.

Saya sendiri tidak pernah belajar secara formal tentang teori menulis kuliner meskipun sering menulis tentang tema ini. Pengalaman pertama menulis tentang kuliner dimulai ketika saya diminta menjadi kontributor untuk majalah Appetite Journey. Setiap bulan saya harus mengirimkan setidaknya dua tulisan. Pengalaman ini kemudian menjadi kebiasaan sampai sekarang. Hasilnya, saya menulis di blog pribadi saya.

Ternyata pengalaman itu sangat berguna. Majalah Intisari kemudian meminta saya untuk membuat buku Kuliner setelah mereka mencari di internet. Kontrak ini membuat saya dan Lode, sebagai satu tim, membuat 40 artikel kuliner dengan beragam menu.

Referensi lain adalah liputan dari Bondan "Mak Nyus" Winarno. Pelopor jurnalisme kuliner ini sangat handal dalam membahas makna di balik makanan. Saya sampai terkesan melihat wawasannya yang luas tentang kuliner. Bukan hanya soal rasa dan bahan, tetapi juga tentang sejarah dan masalah sosial di balik sebuah menu.

Berdasarkan pengalaman menulis kuliner secara otodidak dan beberapa referensi itu, saya simpulkan bahwa ini adalah kurang lebih teori praktis dalam menulis kuliner. Teori ini terutama tentang apa yang umumnya terdapat dalam sebuah tulisan kuliner, bukan pada tahap liputan.

Mulailah dengan pembuka. Ibaratnya seperti menyantap menu lengkap, inilah makanan pembukanya. Buka dengan pengantar mengenai alasan memilih makan di tempat tersebut. Atau bisa juga memulai dengan sesuatu yang tidak langsung terkait dengan kuliner, namun masih relevan.

Contohnya, menulis tentang masakan Jepang . Frasa ini bisa menjadi salah satu pembuka.

Akhir-akhir ini, perempuan Jepang semakin sering menjadi korban kejahatan. Kalau perempuan Jepang diibaratkan sebagai mangsa kejahatan, restoran Jepang justru menjadi tujuan favorit para pecinta wisata kuliner.

Ini adalah contoh kalimat pembuka yang tidak langsung terkait dengan kuliner, namun masih membahas situasi umum.

Temukan Bahan dan BumbunyaMenemukan bahan dan bumbu merupakan salah satu elemen penting dalam menulis tentang makanan. Saat menuliskan tentang sebuah menu, seperti soto ayam Lamongan, penting untuk mencantumkan bahan-bahan dan bumbu yang digunakan. Misalnya, soto ayam Lamongan terbuat dari irisan daging ayam dan telur rebus yang disajikan dalam kuah, ditambah dengan bihun dan seledri. Bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, garam, dan sedikit penyedap rasa.

Nikmatilah RasanyaDalam menulis tentang kuliner, penting untuk menggambarkan rasa dari sebuah menu. Setiap menu memiliki rasa yang berbeda-beda, seperti gurih, pedas, asam, manis, asin, atau pahit. Misalnya, ayam betutu Gilimanuk memiliki rasa pedas yang bisa berbeda intensitasnya tergantung dari tempatnya. Rasa tersebut berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam memasak menu tersebut, dan semakin detail menggambarkan rasa, semakin menarik tulisannya.

Tambahkan TeksturnyaSelain rasa, tekstur juga merupakan hal penting yang harus dijelaskan dalam tulisan kuliner. Setiap menu memiliki tekstur yang berbeda-beda, seperti lembut, kenyal, atau renyah. Misalnya, tipat kuah ala Warung Tresni memiliki tekstur yang beragam, mulai dari tipat yang lembut namun padat, daging ayam yang kenyal, hingga jagung sangrai yang renyah. Menggambarkan tekstur dengan detail dapat membantu pembaca memahami lebih baik tentang menu yang dituliskan.

Sajikan Proses PengolahanProses pengolahan juga sebaiknya disertakan dalam tulisan kuliner, karena proses tersebut berpengaruh pada rasa dan tekstur akhir dari sebuah menu. Misalnya, menggambarkan bagaimana kaldu ayam dibuat yang memberikan rasa gurih pada kuah. Menjelaskan proses pembuatan dan pengolahan menu dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca tentang bagaimana menu tersebut bisa memiliki rasa dan tekstur tertentu.

Sertakan Juga SuasanaSuasana tempat makan juga dapat menjadi tambahan yang menarik dalam tulisan kuliner. Menggambarkan suasana tempat makan, seperti luasnya tempat, jenis meja dan kursi, keadaan ramai atau sepi, serta faktor-faktor lain seperti suhu dan suasana di sekitarnya, dapat memberikan gambaran yang lebih hidup tentang pengalaman bersantap di tempat tersebut.

Tambahkanlah Detail Detail lain seperti makna budaya atau sosial di balik makanan tersebut, cara penyajian, riwayat warung, jam buka, jumlah pengunjung, dan harga juga dapat menambah nilai pada tulisan kuliner. Menambahkan detail-detail tersebut dapat membuat tulisan menjadi lebih berwarna dan menarik bagi pembaca. 



0 comments: