Jumat, 15 Mei 2026

Di atas mangkuk yogurt kita menangis untuk hari ini

Posted By: Aa channel media - Mei 15, 2026

"Hhhooowwhhhh!!! Aku ingin menangis put…", dia sudah mulai menunjukkan ekspresi wajah yang sebenarnya, samar-samar antara konstipasi atau sedih.

"Aku juga ingin menangis… hhhhhh… sudahlah", kata saya padanya.

Belakangan ini kita sering bersama. Hari ini kita gagal bersama, ingin menangis bersama, disalahkan bersama tadi malam, bahkan kita tertidur bersama di dapur, berbagi bantal dan kursi kayu. Mendapatkan tempat tidur saja sudah membuat bersyukur, bahkan ketika kita berbaring di lantai yang dingin, rasanya tetap nyaman.

Sebagai koas, tidak selalu mulus. Kadang ada yang membuat kita sedih atau senang hingga ingin merayakannya dengan begadang, meski seharusnya kebutuhan tidur meningkat bagi kami. (Oya, dan belajar, agar tidak disalahpahami oleh junior koas lainnya)

Namun, aku dan seseorang yang menunjukkan ekspresi konstipasi itu, punya tempat untuk mengekspresikan "engga banget" kami, bercanda dan mengerjakan sesuatu yang tidak penting. Toko yoghurt di perempatan jalan Teuku Umar dan Diponegoro, Denpasar. Toko ini memiliki cabang di kota-kota besar, jadi tidak perlu saya sebutkan di sini.

Kami tiba di sana hari ini. Dalam beberapa menit, kami hanya diam, saling tertawa, kemudian mata kami berkaca-kaca, dan tertawa lagi. Tidak ada perbedaan dengan pasien di Grogol, Porong, atau Bangli.

Di antara itu, kami tetap berbicara hal yang sama dan ada ide gila darinya untuk memberitahu Emak masing-masing tentang nasib yang menimpa. "Tapi aku kalau menelepon Emak suka menangis, tidak kuat…!!". Saya siap menutupi wajah dengan sofa yang kududuki. Beruntung Emaknya tidak mengangkat teleponnya... beruntung...

Sudahlah, semuanya akan kami lalui. Kami harus segera keluar dari sini. Membawa sesuatu yang berharga untuk menjadi dokter. Membawa semangat dan yang terbaik untuk pasien-pasien kami kelak. Sakit hati jangan dijadikan bekal.

Yogurt ukuran besar dengan empat tambahan topping dan status twitter hari ini untuk hari yang lebih baik besok.

Amin.

"Pada mangkuk yogurt kita menangis untuk hari ini. Bukan di pundakmu…"


 

0 comments: