Jam 3.15 dini hari. Saat itu kami tengah fokus menyelesaikan persiapan ujian, yang akan dihadapi oleh Inyong. Saya membantu membuat profil pasien yang akan diuji, karena masih banyak yang harus diselesaikan untuknya, sementara saya telah menyelesaikan semua tugas termasuk ujian sebelumnya. Saya senang bisa membantu Inyong dan dia berjanji untuk mengajak saya makan lobster setelah ujiannya. hehe!
Suasana belajar yang nyaman bagi Inyong adalah dengan mendengarkan musik House keras, sambil menyanyikan lagu Rock sendiri, sambil menikmati makanan berlimpah dan cappuccino dari toko serba ada. Dia juga suka belajar di kamar yang dingin dan berbau rokok, mungkin pemiliknya merokok saat AC dinyalakan. Sedangkan bagi saya, suasana seperti itu cocok saat saya sedang malas berpikir.
Tiba-tiba Inyong yang sedang bernyanyi lagu "Pelan-Pelan Saja" di tengah alunan musik David Guetta bertanya, "Put, kemarin-kemarin kita melakukan apa ya? Kok bisa suka dengan cowok seperti itu?"
Saya yang sedang sibuk menulis profil pasien ujian agak terganggu, "Apa maksudmu, Inyong? Sudah pagi, ayo cepat persiapkan diri untuk menghafal, ujianmu jam 9 nanti."
Meskipun musik house masih menggema, saya terdiam sejenak. "Mungkin memang kita tidak jodoh ya. Nanti pasti Tuhan akan memberikan yang lebih baik untuk kita, semoga saja. hehehe!" kata saya dengan keras berharap suaranya bisa terdengar di atas musik.
"Inyong setuju, amin amin amin! hahaha!" jawabnya dari meja rias. Dia suka belajar di sana karena ada cermin, sambil sesekali mencari komedo di hidungnya.
Kami berdua tertawa, mungkin tetangga sebelah tidak bisa membedakan antara tawa kami dengan suara kuntilanak.
"Tapi Put, aku merasa kita sebenarnya punya banyak jodoh lho. Tuhan memberikan beberapa orang untuk kita, untuk diuji coba agar kita tahu mana yang cocok. Mungkin yang dijodohkan hanya satu itu belum tentu beruntung, karena mungkin saja mereka juga belum menemukan yang lebih baik. Mereka hanya terjebak karena tidak punya pilihan lain, tanpa menikmati petualangan mencari jodoh yang sebenarnya seru. hahaha!" ucap Inyong tiba-tiba, lebih banyak berceloteh daripada belajar untuk ujiannya.
"Ya kali begitu..." jawab saya enteng, pura-pura tidak begitu memperhatikan omongannya.
Inyong terdiam sejenak, lalu kembali fokus menghafalkan materi ujiannya. Sementara itu, saya terus mengerjakan profil pasien dengan penuh perhatian agar Inyong sukses dalam ujiannya esok hari. Dia kembali bernyanyi lagu rock, sementara musik David Guetta berubah menjadi lagu Lady Gaga.
Terkadang, sikap Inyong menyebalkan. Dia baru bergerak saat situasi sudah genting, dan selalu meminta saya untuk memilih segala hal yang akan kita lakukan. Dia suka berkata, "Lakukan apa yang kau mau, aku akan mengikuti saja. hehe!" Dia tidak pernah bisa belajar bersama saya karena suasana belajarnya begitu aneh bagi saya.
Namun, itulah yang membuat saya menyukai Inyong. Tingkat stresnya yang tinggi membuat saya melupakan ketegangan. Dia juga tahu bahwa saya lebih suka memilih sendiri daripada dipilihkan. Dia tidak pernah merasa memiliki sesuatu, dan menerima setiap pengalaman sebagai hadiah walaupun caranya terbilang aneh. Sementara saya, pura-pura tidak pernah mengalami penyakit hati meskipun sebenarnya pernah. Dia membawa saya keluar dari masa lalu, menuju masa depan yang menarik melalui lorong waktu yang penuh petualangan.
Jumat, 15 Mei 2026
Filled Under
Motivasi
Tentang Pasangan Hidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar