Sabtu, 30 Mei 2026

Apakah E-mail marketing masih dianggap sebagai strategi yang efektif?

Posted By: Aa channel media - Mei 30, 2026


Berbicara tentang pemasaran online, selalu ada hal baru yang bisa dicoba dan tempat baru untuk melakukannya. Media sosial menjadi salah satu tempat yang sedang populer saat ini, sementara E-mail dan iklan baris masih tetap dapat diandalkan meskipun sudah lama ada.

Namun, kali ini kita akan membahas mengenai E-mail marketing dan apakah strategi ini masih efektif. Pertanyaan ini muncul karena E-mail memiliki kekurangan dibandingkan dengan metode pemasaran online lainnya. E-mail seringkali hanya digunakan untuk membuat akun media sosial atau saat diperlukan untuk transaksi tertentu.
Hal ini membuat strategi E-mail marketing dinilai kurang efektif saat ini.

Banyak orang tidak terlalu sering membuka E-mail mereka. Banyak yang hanya menggunakan E-mail sebagai syarat untuk membuat akun media sosial atau website. Ketika mengirimkan promosi, hanya sedikit orang yang membuka E-mail mereka karena banyak yang malas untuk melakukannya. Berharaplah bahwa sekitar 80% dari total penerima akan membuka promosi yang Anda kirimkan. Meskipun angka tersebut cukup tinggi, namun tetap saja ada yang tidak membuka.

E-mail dianggap kurang memiliki fitur untuk strategi pemasaran online. Tidak sepraktis media sosial seperti Facebook yang memungkinkan Anda melihat postingan langsung di Beranda. Di E-mail, yang pertama kali terlihat hanyalah teks dan untuk melihat gambar harus diunduh terlebih dahulu. Jika lampiran berukuran besar, orang akan malas untuk mengunduhnya karena memakan waktu dan kuota internet. E-mail juga terasa kurang interaktif dibanding media sosial.

E-mail cenderung terlihat lebih formal dan prosedural. Anda harus memasukkan subjek, alamat, dan isi surat dengan rapi sebelum mengirimkannya. Hal ini membuat strategi pemasaran melalui E-mail agak sulit dilakukan. Orang lebih memanfaatkan E-mail untuk keperluan formal seperti mengirim lamaran kerja atau dokumen kerja, bukan untuk promosi.

Pengguna E-mail sering kali menganggap semua pesan dari orang yang tidak dikenal sebagai spam, terutama jika isi pesannya tidak diharapkan atau terlihat aneh. Padahal, tidak semua promosi atau kiriman yang tidak dikenal adalah spam. Pengirim promosi tentu tidak ingin kirimannya diabaikan atau masuk ke folder spam. Namun, banyak orang yang langsung memindahkan kiriman promosi ke folder spam tanpa membacanya terlebih dahulu.

5. Dikira sebagai Penipu
Beberapa pengguna E-mail mungkin merasa takut dan curiga ketika menerima pesan promosi. Mereka bahkan langsung menghapus pesan tersebut karena sang pengirim menyebut nama mereka. Dalam strategi pemasaran melalui E-mail, seringkali kita menemukan sapaan seperti 'Halo Pak David' atau 'Apa kabar Bapak Hartono'. Hal ini membuat pihak penerima curiga bahwa pengirim berusaha melakukan penipuan dengan cara mencari tahu nama pemilik akun dan pura-pura akrab. Namun, kasus ini sebenarnya tidak begitu umum terjadi. Yang pasti, pemasaran melalui E-mail dapat efektif jika ditujukan dengan tepat, namun akan kurang efektif jika tidak sesuai dengan target yang diinginkan.



0 comments: