Rabu, 22 April 2026

Pentingnya dalam membangun kerja sama antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara

Posted By: Aa channel media - April 22, 2026

ASEAN berdiri pada tahun 1967 di tengah perubahan situasi regional dan internasional. Awalnya, ASEAN terdiri dari lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Meskipun memiliki perbedaan dalam hal bahasa, budaya, agama, geografi, etnisitas, dan sejarah, hubungan antar anggota ASEAN tumbuh dan menumbuhkan rasa solidaritas.

Pembentukan ASEAN bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, namun sudah dipersiapkan melalui berbagai upaya pembentukan organisasi regional sebelumnya. Salah satu upaya awal adalah Association of Southeast Asia (ASA) pada tahun 1961. Namun, konflik antara Filipina dan Malaysia menghentikan pembentukan ASA. Kemudian muncul Maphilindo yang juga tidak bertahan lama akibat politik konfrontasi yang dilancarkan Soekarno.

Dalam perjalanan pembentukan ASEAN, politik konfrontasi menjadi salah satu konflik awal yang terjadi. Konflik ini merupakan cermin dari ambisi Soekarno untuk menciptakan negara besar yang meliputi Indonesia, Irian Barat, dan Malaysia. Namun, ambisi ini hanya membuatnya kelelahan dan menghalangi kemampuannya dalam menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.

Ada beberapa alasan di balik politik konfrontasi yang dilancarkan oleh Soekarno. Pertama, kecurigaan bahwa pembentukan Malaysia adalah kelanjutan kolonialisme Inggris. Kedua, kondisi ekonomi dalam negeri Indonesia yang memprihatinkan, terutama menjelang pemberontakan PKI.

Perubahan terjadi setelah kekuasaan Soekarno digantikan oleh Soeharto, yang mengurangi ketegangan antar negara anggota ASEAN. Berakhirnya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1966 menjadi motivasi utama bagi pembentukan ASEAN pada tahun 1967. Selain itu, ketidakpastian masa depan perang Vietnam juga mendorong negara-negara non-komunis untuk bersatu dalam organisasi regional.

ASEAN dibentuk melalui Persatuan Asia Tenggara (ASA) pada tahun 1961 oleh Filipina, Malaysia, dan Thailand. Pembentukan Malaysia memicu pertikaian antara Indonesia dan Filipina, yang kemudian berujung pada konfrontasi. Setelah konfrontasi berakhir, semua negara Asia Tenggara setuju untuk bekerjasama dalam mengatasi masalah bersama. Pada 8 Agustus 1967, lima pemimpin negara-negara tersebut menandatangani Deklarasi ASEAN di Bangkok, Thailand.

Pada saat awal didirikannya ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967, tidak ada Piagam yang menjadi konstitusi resmi ASEAN. ASEAN berdiri berdasarkan Deklarasi Bangkok. Namun, seiring berjalannya waktu, dibutuhkan Piagam untuk menegaskan legalitas dari ASEAN. Akhirnya, ASEAN Piagam disetujui dan ditandatangani oleh para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-13 di Singapura, November 2007.

Terbentuknya ASEAN didorong oleh kepentingan bersama dan masalah yang dihadapi di Asia Tenggara. Dengan berdirinya ASEAN, diharapkan dapat memperkuat solidaritas, menciptakan perdamaian, dan meningkatkan kerja sama di antara negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East Asian Nations atau Perbara (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). ASEAN didirikan di Bangkok oleh lima Menteri Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura.

Sebelum terbentuknya ASEAN, negara-negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kerjasama regional. Deklarasi ASEAN ditandatangani pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Tujuan ASEAN antara lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memajukan perdamaian dan stabilitas regional, serta meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Prinsip utama kerjasama ASEAN adalah persamaan kedudukan, musyawarah, kepentingan bersama, dan saling membantu dengan semangat ASEAN.



 

0 comments:

Posting Komentar