Selasa, 28 April 2026

Kisah Percobaan Pencurian Jenazah Rasulullah SAW

Posted By: Aa channel media - April 28, 2026

Peristiwa yang menyayat hati dan hampir melukai perasaan umat Islam terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H. Tubuh Nabi Muhammad SAW pernah hampir dirampas dan hampir dicuri oleh orang kafir laknatullah. Tetapi Allah melindunginya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Upaya-upaya untuk mengambil jasad nabi dari makamnya dan memindahkannya ke tempat lain telah dilakukan berkali-kali oleh orang-orang, salah satunya terjadi pada tahun 557 H (1163 M).

Dikisahkan dalam kitab Fusul min Tarikhil Madinah, sebagaimana yang telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz. Pada tahun itu, Sultan Nuruddin Mahmud Zinki yang memerintah Mesir dan Suriah terkenal sebagai seorang raja yang saleh dan sangat memperhatikan agama Islam. Suatu malam ketika ia tertidur di istananya di Damaskus, ia bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw, yang menunjuk dua orang berwajah Eropa sambil berkata, "Wahai Mahmud, tolonglah aku dari kedua orang ini!"

Mendengar hal tersebut, Sultan Nuruddin Mahmud terbangun dengan kaget dan terkejut, lalu berwudhu dan melaksanakan shalat dua rakaat sebelum tidur kembali. Namun, mimpi yang sama kembali muncul dalam tidurnya. Sultan Mahmud terbangun lagi, berwudhu, shalat, dan tidur kembali. Mimpi yang sama terulang untuk ketiga kalinya. Tanpa menunggu pagi, Sultan segera memanggil menterinya yang saleh dan taat beragama, Jamaluddin al-Musilly. Setelah menceritakan semua yang dialaminya, Sultan Mahmud dan menterinya memutuskan untuk pergi ke Madinah tanpa memberitahukan kepada siapapun.

Setibanya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk beribadah di Raudhah dan mengunjungi makam Nabi SAW. Sultan berpikir dan merenung di depan makam Nabi SAW, mencari jawaban atas mimpi yang telah dialaminya. Menterinya, Jamaluddin al-Musilly, menyarankan Sultan untuk memastikan identitas kedua orang yang muncul dalam mimpi tersebut.

Sultan kemudian memerintahkan agar semua penduduk Madinah diundang ke Masjid Nabawi dengan alasan akan memberikan hadiah dan sedekah. Satu per satu penduduk Madinah datang dan dicatat oleh Sultan. Namun, saat sampai pada orang terakhir, Sultan tidak melihat kedua orang yang muncul dalam mimpi. Ia pun bertanya apakah masih ada yang belum datang.

Penduduk Madinah menyebutkan bahwa masih ada dua jamaah haji dari Maroko yang tinggal di sana, yang tidak mau menerima hadiah atau sedekah. Mereka adalah orang yang saleh dan kaya, sering memberikan sedekah dan selalu melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi. Sultan kemudian memerintahkan agar kedua orang tersebut dibawa ke hadapannya.

Ketika Sultan melihat kedua orang tersebut, ia langsung mengenali bahwa merekalah yang muncul dalam mimpinya. Mereka mengaku berasal dari Spanyol dan diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Mereka telah menggali terowongan menuju arah makam Nabi SAW dengan tujuan mengambil jasad beliau.

Setelah semua terungkap, kedua orang tersebut dihukum pancung di dekat makam Nabi SAW di hadapan seluruh penduduk Madinah. Sultan Mahmud kemudian memerintahkan untuk memperkuat bangunan makam dengan menggali sekitarnya hingga kedalaman 15 meter dan dicor dengan timah. Setelah selesai, Sultan dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin kerajaan. Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam.


 

0 comments: