Dadaku terasa sesak...sebentar aku merasa begitu bahagia...namun dengan cepat perasaan itu berubah-ubah. Sesaat aku merindukanmu...menginginkanmu...mengharap dekapanmu namun kau tak kunjung hadir.
Tak pernah kau membalas tatapanku...senyumku...bahkan rinduku yang begitu dalam karena kau. Kau tak pernah peduli atau mengharapkan aku memasuki hari-harimu. Rasanya pedih...seperti teriris oleh belati tajam.
Aku sadar...sangat jelas bahwa aku tak akan pernah layak bagimu...karena apa arti kehadiranku bagimu...tak ada dan tak akan pernah ada. Aku hanyalah seonggok dedaunan di padang gersang yang berharap hujan turun di tengah gurun pasir yang tak mungkin.






0 comments:
Posting Komentar