Aku terpesona dan terdiam tanpa kata-kata saat menatap gemerlap bintang malam ini. Betapa cantiknya mereka berkedip-kedip, sementara ombak berderu memecah di atas bebatuan. Bulan bersinar redup di atas pecahan ombak, dan matamu menatapku. Aku merasa lemah, mencoba menghindari pandanganmu yang semakin intens.
Hatiku berdebar kencang di dadaku, menginginkan dekapan hangatmu. Namun, kau hanya diam, hanya memandangiku tanpa kata. Aku hampir tak bisa bernafas karena tatapanmu yang menusuk. Aku membisu dan kau membiarkan aku, sementara ombak terus memecah di bebatuan.
Langit semakin gelap oleh malam yang tua, namun bulan tetap enggan bergerak dari tempatnya. Kita berjalan menjauh, meninggalkan semuanya, kembali ke kehidupan masing-masing. Rasanya aku ingin menangis, namun tak mengerti mengapa air mata ini terus mengalir.
Langkahku terasa berat untuk beranjak, aku menginginkan tanganmu untuk menopangku. Namun, kau memilih untuk membiarkanku melangkah sendiri. Aku merasa terluka dan sendiri, tanpa pegangan dari orang yang kusayangi.
Jumat, 17 April 2026
Filled Under
Kata Mutiara
Ditemani olehmu di Cafe Hijau
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar