Selasa, 14 April 2026

Jantung seorang yang beriman membangunkan jiwa dengan melantunkan adzan

Posted By: Aa channel media - April 14, 2026

Dokter Jasim al-Haditsy, seorang penasihat kesehatan jantung anak di 'Amir Sulthan Center untuk Penyakit Jantung' di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, menceritakan pengalaman menakjubkan yang dialaminya.

Seorang rekannya bercerita bahwa saat ia bertugas di rumah sakit, ia mengalami kejadian yang sangat berkesan. Seorang pasien meninggal dunia dan ketika temannya meletakkan stetoskop di atas dadanya, ia mendengar suara adzan subuh. Hal ini membuatnya bertanya tentang waktu dan ternyata masih jam satu malam.

Ketika ia kembali mendengarkan suara adzan melalui stetoskop, ia mulai bertanya kepada keluarga pasien tentang keadaannya semasa hidup. Mereka menceritakan bahwa pasien ini adalah seorang muadzin yang selalu datang ke masjid lebih awal, menghatamkan al-Qur'an dalam tiga hari, dan menjaga lisannya dari kesalahan.

Pada tanggal 15 bulan Ramadhan 1421 H, seorang jamaah shalat pingsan di masjid saat mengumandangkan iqamah shalat Subuh. Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan kondisi jantung yang sangat parah. Saat pasien menghembuskan nafas terakhirnya, ia terdengar membaca syahadat dan tersenyum.

Seorang rekannya yang mendengar hal ini menangis dan menceritakan bahwa pasien tersebut telah melihat surga dan yakin akan segera menuju ke sana. Pasien tersebut dikenal sebagai pribadi yang baik, selalu menjaga dua perkara: selalu datang ke masjid lebih awal dari muadzin dan tidak pernah melakukan perbuatan keji.

Kisah ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga akhlak dan kebaikan dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa menjadi pribadi yang selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk.

Allah sudah menyediakannya dan Allah sudah menjaminnya. Kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun di hadapan Allah.

Saya baru saja menyelesaikan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien di ruang Bagian Jantung.

Sehari sebelum dia pulang - karena menurut penilaian kami dia sudah sembuh - dia memanggil anak-anak dan istrinya, mengharapkan mereka segera datang. Setelah mereka berkumpul, dia berkata, "Aku akan meninggal sebentar lagi, maka maafkanlah aku."

Dia juga memanggil dokter dan perawat yang merawatnya untuk berterima kasih kepada mereka, sebelum berbaring di sisi kanannya sambil mengucapkan, 'Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah', menghadap Tuhan-nya.

Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang ayah mereka, mereka menjelaskan, "Ayah kami orang yang baik, tidak pernah menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau mungkar."

Ketika saya masih kuliah di Kairo, saya kenal seseorang yang taat kepada Allah. Ia mengajar Al-Qur'an dan membimbing penghafal Al-Qur'an di kompleks tempat tinggal saya. Setiap hari, dia tidak pernah terlambat mengajar setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.

Suatu hari, dia mengucapkan selamat tinggal kepada semua setelah pelajaran terakhirnya, seolah-olah dia tidak akan mengajar lagi. Pada hari itu juga, sebelum Zhuhur, kami mendengar kabar kematiannya jam sepuluh pagi.

Keesokan harinya, istrinya menceritakan detil kematian suaminya, "Dia pulang jam tujuh tiga puluh malam, mengucapkan salam dan berkata, 'Saya akan mati jam sepuluh.' Saya kira dia bercanda, lalu dia meminta sarapan. Setelah sarapan, dia mandi dan bersiap seolah akan ke shalat Jum'at, membaca Al-Qur'an.

Beberapa menit sebelum jam sepuluh, dia berkata, 'Saya akan mati jam sepuluh, maafkan aku, lupakan semua kesalahan.' Saya terkejut. Beberapa detik sebelum jam sepuluh, dia bersiap tidur sambil membaca 'Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah', menghadap Tuhan-nya.
Sekarang saya akan ceritakan riwayat hidup orang ini, dia tidak pernah menggunjing, berbohong, menipu, bicara kotor atau mungkar, sejak saya kenal dia di kompleks itu.

Pertanyaan yang mesti dijawab, berapa orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar?

Allah berfirman, "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)

Namun, masih ada orang yang menggunjing di masjid, atau berbohong di sana, atau menipu setelah shalat.

Saudara-saudara, yang shalatnya tidak mampu mencegah dari perbuatan buruk, introspeksi diri. Mungkin shalatnya belum khusyu'. Jika shalat dijalankan sebagaimana mestinya, tentu akan mencegah dari keji dan mungkar.

Sebelum menggunjing, berbohong, menipu, atau riba, ingat shalat di masjid. Semoga bisa menahan diri agar tidak termasuk orang yang pailit di akhirat.

Semua ini atas kehendak Allah, Dia menunjukkan jalan kebenaran. 



0 comments:

Posting Komentar