Gemuruh suara takbir mengiringi aliran sungai yang tenang
Aku terpaku pada kenyataan yang menyedihkan
Terpisah sendirian saat ribuan umat bersukacita
Betapa pedih hatiku saat menyadari kehampaan
Namamu terpanggil di setiap doa malamku
Namun tak pernah terjawab, tak pernah terbalas rindu
Kau terlalu jauh untuk ku gapai, kau telah hilang
Dalam sepi yang menyiksa, dimanakah kau?
Gema takbir masih menggema di ujung nafasku
Aku terpaku, tak bisa bergerak menahan luka yang menganga
Ketika aku pulih, yang tersisa hanya kerinduan
Rindu akan kehadiranmu, kehangatan kita bersama
Ya Allah, bidadari yang dulu, kemana kau?
Tak adakah sayap malaikat cinta untuk membawanya padaku?
Andai waktu dapat kukejar kembali
Kuingin meraihmu tanpa kehilanganmu selamanya
Aku tak berdaya memberimu kesempatan
Namun waktu tak bisa diputar kembali
Kau telah menentukan jalanmu, aku hanya bisa mengenang
Keindahan, kebersamaan, kehangatan dalam kenangan
Hidup terus berjalan, tak bisa mundur
Namun gema takbir memberiku harapan
Bahwa suatu hari aku akan bersatu kembali denganmu
Bidadari yang hilang, kini menjadi Ratu Malaikat
Tak ada yang bisa memisahkan kita lagi
Suatu hari yang dinanti akan segera tiba
Aku akan menyambutnya dengan suka cita, dengan senyuman
Dan kini, yang bisa kulakukan hanyalah berjalan di jalan-Nya
Agar impian bersama bidadariku terwujud
Semoga!
Minggu, 12 April 2026
Filled Under
Kata Mutiara
Bidadariku, kekasihku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar