Assalamualaikum wr. wb. Semua puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, serta salam sejahtera bagi Nabi Muhammad s.a.w. Dalam artikel ini, penulis ingin mengingatkan kita tentang betapa pedihnya siksaan neraka. Semoga setelah membaca ini, kita akan merasa takut setiap kali terbesit niat untuk melakukan dosa, bahkan terdorong untuk segera bertaubat.
Allah s.w.t. berfirman, "Orang-orang kafir akan diberi pakaian dari api neraka dan disiram dengan air mendidih yang sangat panas ke atas kepala mereka. Akibat air itu, segala yang ada dalam perut dan kulit mereka akan hancur." (Surah al-Hajj 22:19-20) Di ayat lain, Allah berfirman, "Dan orang yang amal perbuatannya ringan, mereka adalah orang yang merugikan diri sendiri. Mereka akan kekal di dalam neraka jahannam, wajah mereka dibakar oleh api neraka, dan mereka akan berada di dalamnya dengan rasa sedih." (Surah al-Mukminun 23:103-104)
Tempat Kemarahan
Jika keindahan syurga begitu tinggi hingga tak terjangkau oleh akal manusia, maka kepedihan seksa neraka juga tak terbayangkan oleh pikiran manusia. Neraka adalah tempat di mana Allah menumpahkan seluruh kemarahan dan kutukan ilahi yang belum pernah terlihat sebelumnya. Hanya orang-orang yang menderita dan hina yang akan masuk ke dalamnya.
Seberapa besar pun rasa sakit yang pernah kita rasakan di dunia ini, itu masih kecil dibandingkan dengan penderitaan yang dirasakan oleh orang-orang di neraka. Allah berfirman, "Pada hari itu tidak ada seorang pun yang akan menyiksa seperti siksaan-Nya. Dan tidak ada seorang pun yang akan mengikat seperti ikatan-Nya." (Surah al-Fajr 89:25-26)
Siksa neraka ini tidak hanya menyiksa tubuh, tetapi juga mencakup berbagai siksaan psikologis yang sangat menyiksa. Sehingga sejenak berada di neraka, seseorang akan melupakan semua kenikmatan dunia yang pernah dirasakannya sepanjang hidup.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah s.a.w. bersabda, "Pada hari kiamat, akan ada seseorang dari penduduk dunia yang paling bahagia. Dia akan dicelupkan ke dalam neraka untuk beberapa saat, kemudian ditarik keluar dan ditanya, 'Pernahkah kamu merasakan kenikmatan meskipun hanya sedikit?' Dia akan menjawab, 'Tidak pernah, ya Tuhanku.'"
Panasnya Api di Neraka
Api yang digunakan untuk membakar musuh-musuh Allah di dalam neraka bukanlah api biasa yang kita lihat di dunia ini. Panas dari api neraka jauh melebihi panas api dunia, bahkan berpuluh-puluh kali lipatnya.
Rasulullah s.a.w. dalam hadis riwayat al-Tirmizi dan Ibn Majah menyebutkan, "Api neraka menyala selama seribu tahun sehingga berwarna merah, kemudian selama seribu tahun berikutnya berwarna putih, dan selama seribu tahun berikutnya berwarna hitam."
Dalam hadis al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah s.a.w. menjelaskan, "Api yang kita lihat di dunia ini hanya merupakan satu bagian dari 70 bagian api neraka jahannam." Para sahabat heran, "Api dunia sudah sangat panas." Namun Rasulullah s.a.w. menjawab, "Api neraka jauh lebih panas, 69 kali lipatnya."
Dalam hadis lainnya, disebutkan bahwa api dunia sebenarnya hanya sebagian kecil dari api neraka yang telah mengalami proses pendinginan sebelum diturunkan ke bumi. Imam Ahmad meriwayatkan dari Nabi s.a.w., bahwa "Api yang kita rasakan sekarang hanya satu dari 70 bagian api neraka jahannam. Api itu sudah direndam dalam lautan dua kali. Tanpa itu, tak ada makhluk yang dapat merasakan panasnya."
Dari hadis-hadis ini, kita dapat membayangkan betapa panasnya api neraka dibandingkan dengan api dunia, sebagai gambaran bagi akal manusia yang terbatas.
Api yang sangat panas ini akan membakar tubuh manusia sesuai dengan amalan mereka di dunia. Rasulullah s.a.w. menyampaikan pesan, bahwa ada yang akan terbakar hingga ke buku lakinya, ada pula yang hingga ke pinggangnya, dan bahkan ada yang hingga ke lehernya.
Diantara semua penghuni neraka, iblislah yang akan merasakan siksaan paling berat, karena dia adalah makhluk pertama yang memberontak terhadap perintah Allah dan menjadi panutan dalam melakukan kemusyrikan dan kemaksiatan bagi makhluk lainnya. Bersama iblis, para pemimpin yang menghasut umat dengan ajaran-ajaran sesat dan kerusakan di bumi akan mengikuti nasib yang sama. Mereka akan diantarkan menuju neraka bersama pengikut setia mereka.
Allah s.w.t. berfirman tentang Firaun, bahwa dia akan berjalan di depan kaumnya di hari kiamat dan membawa mereka masuk ke dalam neraka, tempat yang sangat buruk.
Rasulullah s.a.w. pernah melihat `Amr bin Luhay al-Khuza`i disiksa di neraka dengan cara menyeret isi perutnya karena dia adalah orang pertama yang memperkenalkan persembahan unta kepada berhala.
Para seniman yang menciptakan karya-karya tidak bermoral dan merusak generasi muda juga akan mendapat tempat di neraka, bersama dengan Imrail-Qays, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.
Sedangkan, orang yang mendapat siksaan paling ringan di neraka adalah orang yang dikenakan selipar api di kakinya, namun panasnya mampu membuat otaknya mendidih. Dalam hadis riwayat Muslim, orang ini adalah Abu Talib, bapa saudara Nabi s.a.w. Meskipun mendapat keringanan azab karena syafaat Rasulullah s.a.w., namun Abu Talib tetap mendapat tempat di dalam neraka.
Ulama-Ulama yang bijaksana selalu merasakan ketakutan yang mendalam ketika melihat api neraka setiap saat. Setiap kali mereka melihat api menyala untuk memasak, bayangan seksa neraka langsung terlintas dalam pikiran mereka. Bahkan saat mereka menyaksikan gunung berapi meletus, memuntahkan asap hitam ke langit, dan lava panas yang membakar segala sesuatu di sekitarnya, hati mereka dipenuhi ketakutan yang tidak terhingga.
Mereka melihat api dunia, namun hati mereka selalu tertuju pada api akhirat. Itulah yang selalu menghantui para ulama terdahulu.
Ibn Abi al-Dunya pernah meriwayatkan kisah dari Sa'ad bin Akhram : "Suatu hari, aku berjalan bersama Ibn Mas'ud. Ketika kami melewati seorang tukang besi yang sedang bekerja dengan api, Ibn Mas'ud tiba-tiba berhenti dan menangis."
Al-Ahnaf bin Qais pernah mencoba memasukkan jarinya ke dalam api lentera sambil mengingatkan dirinya sendiri : "Wahai Ahnaf, apa yang membuatmu berani melakukan dosa hari ini? Apakah dosa ini sepadan dengan pahala yang akan kau terima?" Ia terus merenungkan dosa-dosanya.
Sungguh, kita seringkali terlalu terlena oleh kesibukan dunia sehingga tidak mampu melihat tanda-tanda yang telah Allah tunjukkan kepada kita. Ingatlah, betapa panasnya api neraka.






0 comments:
Posting Komentar