Sabtu, 07 Maret 2026

Mencium Kepala Raja Demi Agama Islam

Posted By: Aa channel media - Maret 07, 2026

Abu Rafi mengatakan bahwa Khalifah Umar bin al-Khattab mengirim pasukan ke Rom sekitar tahun 19 Hijriah. Dalam pasukan yang dikirim itu, terdapat seorang lelaki yang dikenal sebagai Abdullah bin Huzafah al-Sahmi. Dia adalah salah satu sahabat Nabi yang berpengalaman dalam misi dakwah kepada para raja dan pemimpin dunia sebelumnya atas perintah Nabi.

Dalam pertempuran antara pasukan Islam dan pasukan Rom, pasukan Rom berhasil mengalahkan mereka dan menawan Abdullah. Mereka membawanya kepada raja dan mengatakan, "Lelaki ini adalah salah satu sahabat Muhammad." Raja yang sombong itu menawarkan kepadanya separuh dari kerajaannya dan posisi penting dalam kerajaan jika dia mau mengikuti perintahnya.

Namun, Abdullah dengan tegas berkata, "Walau pun tuan memberikan seluruh kerajaan dan harta orang Arab kepada saya agar saya murtad, saya tidak akan melakukannya." Raja mengancam akan membunuhnya, namun Abdullah tetap teguh.

Raja kemudian memerintahkan agar Abdullah disalib, tetapi meskipun disiksa, dia tetap bertahan. Bahkan ketika disuruh murtad dengan berbagai tawaran keduniaan, Abdullah tetap tidak mau. Akhirnya, raja menawarkan kepadanya untuk mencium kakinya sebelum dibebaskan, namun Abdullah menolak dengan syarat agar semua tawanan Muslim juga dibebaskan.

Raja akhirnya membebaskannya, namun Abdullah menangis karena ia merindukan mati syahid. Mendengar hal itu, raja semakin marah dan memutuskan untuk membebaskannya tanpa syarat. Abdullah menunjukkan keberanian dan keteguhan imannya dalam menghadapi cobaan yang berat ini.

Terlintas dalam pikiran Abdullah bahwa mencium kepala raja tidak akan merugikan agamanya, sehingga dia setuju setelah raja memberikan izin untuk membebaskan semua tahanan Muslimin. Sesampainya di Madinah, Abdullah menceritakan pengalaman mencium kepala Maharaja Rom.

Sayidina Umar senang mendengar cerita dan tindakan Abdullah, lalu berkata: "Setiap Muslim seharusnya mencium kepala Abdullah bin Huzafah, dan aku akan memulainya." Kemudian, Umar bangkit dan menciumnya diikuti oleh para sahabat yang lain. 



0 comments: