Assalamualaikum wr. wb. Dalam Haqa'iq 'an al-Tasawwuf, Syeikh Abdul Qadir Isa mengutip kata-kata Syeikh Ahmad Zaruq yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang mendorong seseorang untuk beramal adalah rasa takut kepada Tuhannya, yaitu rasa hormat yang dipadukan dengan perasaan malu terhadap Sang Pencipta sehingga hatinya gemetar karena Allah.
Khauf yang terpancar dari dalam diri Rabi'ah memunculkan kesan yang jelas. Tangisannya yang penuh penyesalan menggambarkan muhasabah yang dalam dari hamba-hamba yang sadar akan bahaya hari pembalasan. Mereka terdorong untuk menjalankan kewajiban dengan penuh kesadaran.
Rabi'ah tidak tergoda untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dari kebenaran dan menjauhi dosa. Dia juga tidak diam di tempat yang bisa membawanya ke arah kejahatan. Khauf yang tumbuh di dalamnya membuatnya semakin sadar akan kehadiran Allah. Menurut para sufi, khaufnya berpindah dari dunia fisik ke alam spiritual, membuatnya merasakan kesedihan yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang suci.
Abdul Wahhab al-Sha'rani menggambarkan Rabi'ah al-Adawiyyah sebagai sosok yang sering menangis dan bersedih. Saat dia mendengar tentang neraka, Rabi'ah bahkan bisa pingsan dalam waktu yang lama. Baginya, neraka seakan diciptakan hanya untuk dirinya. Azab dari Allah terasa lebih besar daripada segala musibah dunia.
Dengan khauf yang dimilikinya, Rabi'ah mampu menjaga dirinya dalam perlindungan Allah. Dia meyakini bahwa menjauh dari-Nya adalah bencana yang jauh lebih besar daripada musibah-musibah dunia. Khauf inilah yang membuat Rabi'ah selalu merasa aman di bawah pengawasan-Nya.
Meninggalkan hal-hal yang ditakuti dianggap penting oleh para sufi. Mereka percaya bahwa seseorang yang mencintai tidak akan bisa merasakan kebahagiaan yang sejati sebelum rasa takut telah merasuk dalam hatinya.
Orang yang tidak memiliki ketakwaan seperti seorang pecinta tidak akan bisa memahami apa yang sebenarnya sedang dia tangisi. Jika seseorang tidak pernah melihat kecantikan, baik secara fisik maupun batin, yang dimiliki oleh Nabi Yusuf, maka dia tidak akan pernah bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Nabi Ya'qub ketika harus berpisah.
Takut bukan hanya tentang menangis dan menghapus air mata, tapi juga tentang meninggalkan sesuatu karena takut akan siksa di akhirat. Abu Sulaiman al-Darani pernah mengatakan: "Rasa takut tidak akan pernah hilang dari hati, jika hilang maka hati akan hancur."
Khauf adalah watak yang berbeza-beza di kalangan orang yang takut kepada Allah. Menurut Ibn Ujaibah, mereka boleh dibahagikan kepada tiga kumpulan:
Orang awam yang takut akan seksaan yang dijanjikan oleh Allah dan bimbang akan kehilangan pahala amalannya.
Orang yang khawas yang takut akan celaan dari Allah yang boleh mengakibatkan kehilangan kedudukan mereka di sisi-Nya.
Orang yang khawas al-khawas yang merasakan takut sehingga mereka berhati-hati dalam tingkah laku mereka agar tidak menimbulkan pandangan buruk dari Allah terhadap mereka.
Semoga kita sentiasa dipilih oleh Allah untuk merasai nikmatnya khauf terhadap-Nya semasa kita meniti kehidupan dunia yang sementara ini, dan mendapat perlindungan yang kekal di akhirat. Amin.





0 comments:
Posting Komentar