Jumat, 06 Maret 2026

Kemenangan yang dicapai dengan seizin Allah

Posted By: Aa channel media - Maret 06, 2026

Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamualaikum kepada pembaca blog ini. Segala puji bagi Allah.

Salah satu kisah menarik yang terdapat dalam al-Quran dan patut direnungkan adalah kisah yang terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 246 hingga 251. Kisah ini terjadi setelah zaman Nabi Musa a.s. ketika bani Israel meminta Nabi Samuel a.s. untuk menunjuk seorang raja yang bisa memimpin mereka melawan kezaliman bangsa Balthatha yang dipimpin oleh Raja Jalut.

Mereka memohon kepada Nabi Samuel a.s. dengan berkata, "Tunjuklah seorang raja bagi kami agar kami dapat berperang di jalan Allah." Namun, Nabi Samuel a.s. merespon dengan bijaksana, "Mungkin nanti jika kalian diwajibkan berperang, kalian tidak akan berperang."

Bani Israel membalas, "Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah sedangkan kami telah diusir dari tanah air kami dan dipisahkan dari anak-anak kami?" Namun, ketika mereka diwajibkan untuk berperang, kebanyakan dari mereka berpaling, kecuali sebagian kecil. Hal ini membuktikan kata-kata bijak dari nabi mereka.

Kemudian, Nabi Samuel a.s. memberitahu mereka bahwa Allah telah mengangkat Talut sebagai raja mereka.

Ketetapan Allah telah ditolak sepenuhnya oleh mereka, dengan alasan mengapa Talut diberi kekuasaan untuk memerintah mereka, padahal mereka merasa lebih pantas mendapatkan kerajaan itu daripadanya, dan Talut tidak diberi kekayaan yang melimpah. Hal ini karena Talut bukan berasal dari keluarga bangsawan yang telah melahirkan banyak nabi sebelumnya. Talut adalah keturunan Bunyamin bin Ya'qub, bukan dari anak-anak Nabi Ya'qub yang sudah melahirkan nabi-nabi bani Israel lainnya.

Namun, Nabi Samuel tetap menguatkan keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa Allah telah memilih Talut sebagai raja mereka, memberikan kelebihan ilmu dan kegagahan tubuh badan padanya. Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, karena Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.

Ketika Talut memimpin bani Israel melawan Jalut, ia menguji mereka dengan menyebutkan sungai. Siapa yang meminum airnya bukanlah pengikut Talut, namun siapa yang tidak meminumnya adalah pengikut Talut, kecuali mereka yang hanya mencicipinya dengan tangan.

Namun, banyak dari tentara Talut mengingkari perintah tersebut dan hanya sedikit yang patuh. Mereka melanjutkan perjalanan dan saat Talut dan orang-orang beriman menyeberangi sungai, mereka merasa tidak mampu melawan Jalut dan pasukannya pada hari itu.

Namun, ada sebagian orang yang beriman dan yakin akan pertolongan Allah serta pertemuan dengan-Nya berkata, "Tidak jarang kelompok kecil dapat mengalahkan kelompok yang lebih besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."

Akhirnya, sebagian dari mereka dihapus dari daftar tentara yang ikut bersama Talut. Namun, sebagian lain berhasil melewati ujian-ujian dari Allah. Mereka sangat kuat dan penuh semangat. Mereka tidak seperti orang-orang yang lemah iman, yang telah terlepas dari keagungan jihad sebelum mereka berhadapan dengan tentara Jalut.

Allah telah menggambarkan keberanian doa mereka sebelum pertempuran terjadi dalam ayat berikutnya, "Ya Tuhan kami, berikanlah kami kesabaran, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Dengan izin Allah, mereka berhasil mengalahkan Jalut dan tentaranya. Yang paling mengejutkan, seorang anak kecil bernama Daud ikut terlibat dan menjadi pahlawan yang berhasil membunuh Jalut dalam pertempuran tersebut.

Keberanian Daud ini diakui oleh Allah dalam firman-Nya, "Mereka berhasil mengalahkan Jalut dan tentaranya, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberikan kepadanya kerajaan, kenabian, dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya."

Meskipun jumlah mereka sedikit, namun dengan iman yang kuat, semangat yang tak pernah pudar, dan keyakinan mereka kepada pertolongan Allah, mereka berhasil menghancurkan Jalut dan memenangkan pertempuran itu.

Sebagai renungan bagi kita, ujian akan selalu ada dalam kehidupan. Tujuannya adalah untuk mendidik dan membentuk karakter kita. Seperti firman Allah yang mengingatkan kita, "Mungkin kamu menyukai sesuatu yang sebenarnya buruk bagimu, atau mungkin kamu benci pada sesuatu yang sebenarnya baik bagimu. Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahuinya." (QS. Al-Baqarah: 216)

Demikianlah, artikel ini membahas tentang Kemenangan yang dicapai dengan seizin Allah. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita.


 

0 comments:

Posting Komentar