Allah SWT memberikan manusia tempat tinggal di bumi beserta segala kebutuhan hidupnya. Malam diciptakan sebagai waktu istirahat dengan tidur, sementara siang hari untuk bekerja. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, tak ada yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi esok hari. Oleh karena itu, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dalam setiap upaya yang kita lakukan. Kadang-kadang kita akan sukses, dan kadang-kadang kita akan mengalami kegagalan. Yang pasti, kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi akan selalu mendapatkan yang terbaik menurut kehendak Allah.
Oleh karena itu, jangan terlalu sedih jika ada kegagalan, dan jangan terlalu euforia jika mendapat kesuksesan. Rezeki datang dari Allah tanpa batas. Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, baik itu orang kafir maupun orang mukmin. Kita tidak perlu iri melihat kesuksesan orang lain, karena Allah memberikan rezeki kepada setiap orang sesuai dengan kehendak-Nya. Ada pertolongan dan manfaat yang saling dimanfaatkan di antara manusia. Semua milik Allah di langit dan di bumi, dan Allah menentukan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Harta kita hanyalah titipan dari Allah, yang dapat diambil-Nya kapan saja. Orang yang rezekinya diperluas atau disempitkan harus menafkahkan harta sesuai kemampuannya. Allah tidak memberikan beban melebihi kemampuan seseorang. Jangan takut akan kekurangan, karena Allah akan menggantinya dengan berlipat-lipat, asalkan nafkah yang diberikan itu baik dan ikhlas karena Allah. Allah memberikan banyak nikmat kepada manusia, dan manusia harus bersyukur serta selalu mengingat-Nya melalui sholat dan berkorban.
Cinta manusia terhadap dunia adalah lumrah, tetapi kehidupan dunia ini adalah sesuatu yang sementara. Nikmat duniawi bisa dinikmati, namun jangan sampai melupakan kehidupan akhirat. Jangan terlalu terpaku pada wanita, anak, dan harta karena kehidupan dunia hanya sementara. Pelajari untuk menikmati dunia namun tetap mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
Sungguh, kehidupan dunia ini hanya sebentar dan penuh dengan godaan yang menyesatkan. Kehidupan akhirat jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa dan abadi. Oleh karena itu, setiap orang seharusnya memperhatikan akhiratnya. Siapa pun yang terlalu terpaku pada kehidupan dunia dan mengesampingkan akhirat, maka tempatnya kelak adalah neraka.
Allah memberi rezeki kepada orang-orang beriman dan kafir, namun rezeki yang diberikan kepada orang kafir hanyalah kenikmatan sesaat. Keleluasaan orang kafir di dunia hanyalah kenikmatan sementara bagi mereka. Allah memberi mereka kesempatan untuk bertambah dosa, dan kemudian akan menimpakan siksaan pada mereka di akhirat.
Ingatkah kisah Qarun? Allah menenggelamkan Qarun bersama harta bendanya ke dalam bumi karena kesombongannya dan kekufurannya terhadap Allah. Itu adalah contoh siksaan dunia bagi Qarun. Allah menunjukkan siksaan tersebut sebagai pelajaran bagi generasi saat itu dan yang akan datang. Dan di akhirat, Qarun akan mendapat azab yang pedih.
Atau cerita tentang Fir'aun? Fir'aun yang sombong dan menganggap dirinya sebagai Tuhan, Allah menenggelamkannya ke dalam laut sebagai hukuman. Allah menyelamatkan jasadnya sebagai pelajaran bagi generasi berikutnya. Dan di akhirat, Fir'aun akan mendapat azab yang pedih, bahkan dalam kuburnya, Allah menunjukkan siksa neraka yang menunggu Fir'aun.
Harta dan anak-anak tidak akan dapat menyelamatkan seseorang dari azab Allah. Mereka hanyalah ujian, jadi jangan sampai harta dan anak-anak membuat kita lupa akan Allah. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah, jangan sampai melalaikan kita dari mengingat-Nya.





0 comments:
Posting Komentar