Rabu, 25 Maret 2026

Berkata bohong dapat memicu risiko stroke

Posted By: Aa channel media - Maret 25, 2026

Berbohong selalu membawa rasa bersalah dan kegelisahan. Selain membuat Anda gelisah, berbohong juga dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan Anda. Beberapa komplikasi kesehatan dapat terjadi karena kebiasaan berbohong, seperti risiko stroke. Menurut Saundra Dalton-Smith M.D, penulis "Set Free to Live Free", berbohong dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh.

Hormon stres ini dapat memicu respons "Fight or Flight" yang membuat degupan jantung dan tarikan nafas meningkat, pencernaan melemah, serta sensitivitas saraf dan otot meningkat. Meskipun mungkin tidak terasa serius, namun jika terjadi secara terus-menerus, berbohong dapat meningkatkan risiko penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan gagal jantung kongestif. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan darah di jantung saat berbohong.

Menurut penelitian dari Departemen Psikologi Ghent University di Belgia, selalu berbicara jujur membuat seseorang sulit untuk berbohong, dan sebaliknya. Orang yang sering berbohong memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Jadi, sebisa mungkin hindari berbohong dan bersikap jujur. Berbicara kebenaran adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan Anda, baik secara fisik maupun psikis. Dengan konsistensi dalam berbicara jujur, Anda dapat menghindari risiko penyakit dan menjauhkan diri dari lingkaran kebohongan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


 

0 comments: