Imam Ibnu Hajar Al Asqollany rahimahullahu ta'ala lahir pada tanggal 12 Sya'ban 773 H di Mesir. Beliau dibesarkan di Mesir dan setelah kehilangan ibunya, beliau diasuh oleh ayahnya dengan penuh kasih sayang dan perlindungan yang ketat. Nama lengkap beliau adalah Al-Imam Al-Hafizh Ahmad bin 'Ali bin Hajar Al-'Atsqolani rahimahullahuta'ala, yang juga dikenal sebagai Syaikhul Islam, pemegang panji Sunnah, qadhi al-qudhat, dan Abu Al-Fadhl. Ayahnya adalah seorang ahli di bidang fiqh, bahasa Arab, qira'ah, dan sastra, serta seorang yang cerdas, terhormat, dan disegani. Beliau telah menghafal Al-Qur'an sejak usia sembilan tahun, serta menghafal berbagai kitab seperti Al-'Umdah, Al-Hawi Ash-Shaghir, Mukhtashar Ibnu Hajib Al-Ashli, Mulhat Al-A'rab, dan lainnya.
Imam Ibnu Hajar memulai studi kitab Al-'Umdah saat masih kecil dengan Al-Jamal bin Zhahirah di Makkah, dan belajar ilmu lainnya dari Ash-Shadr Al-Absithi di Kairo. Selain itu, beliau juga belajar fiqh dan bahasa Arab dari beberapa guru seperti An-Nur Al-Adami, Al-Anbasi, Al-Bulqini, dan lainnya. Beliau khusus belajar dari Ibnu al-Mulaqqan dan membaca sebagian besar syarh yang ditulisnya tentang kitab Al-Minhaj. Imam Ibnu Hajar juga belajar hadits dari banyak ulama terkenal, di antaranya Zainuddin Al-'Iraqi, selama sepuluh tahun. Beliau melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk belajar dari berbagai guru, dan jumlah guru yang dia pelajari tidak ada yang menyamainya.
Imam Ibnu Hajar memiliki cinta yang mendalam terhadap hadits, yang memotivasi beliau untuk mempelajari hadits dalam segala aspeknya. Beliau memulai belajar hadits pada tahun 793 H dan mengakui bahwa studi hadits dapat membuka pintu kebenaran dan memberikan petunjuk yang lurus. Beliau mengajar hadits di banyak tempat dan mempublikasikan lebih dari seratus lima puluh kitab, termasuk Fathul Baari Bi Syarh Shahih Al-Bukhari yang sangat terkenal.
Meskipun memiliki kesempatan untuk menjadi qadhi, Imam Ibnu Hajar memilih untuk tidak terlibat dalam dunia peradilan. Selama sekitar dua puluh satu tahun, beliau menjadi hakim dengan penuh sukacita dan tanggung jawab. Beliau juga aktif mengajar di berbagai tempat di Kairo, seperti di masjid-masjid dan madrasah-madrasah. Kepandaian dan dedikasi beliau dalam ilmu hadits membuatnya dicari oleh para ulama dan mahasiswa ilmu. Banyak karya sastra mengenai biografi beliau telah ditulis, yang terbaik di antaranya adalah Al-Jawaahir wa Duraar fi Tarjamat al-Hafizh Ibnu Hajar karya Al-Hafizh As-Sakhawi. Semoga Allah merahmati dan membalas kebaikan beliau dengan sebaik-baiknya balasan.
Selasa, 31 Maret 2026
Filled Under
Cerita Islam
Ibnu Hajar Asqollany menginspirasi banyak orang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 comments:
Posting Komentar