Rabu, 04 Maret 2026

Iblis mati di tangan seseorang yang berilmu

Posted By: Aa channel media - Maret 04, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Syaitan dan iblis memiliki tujuan untuk menyesatkan manusia melalui godaan mereka. Namun, usaha itu akan terasa sulit jika manusia tersebut berilmu dan ikhlas.

Ilmu adalah anugerah yang luar biasa dari Allah. Dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahawa Dia meninggikan darjat orang beriman dan orang berilmu pengetahuan dengan beberapa darjat. Ilmu memiliki kekuatan yang luar biasa, karena syaitan mudah menyesatkan orang yang tidak berilmu dan membawa mereka ke dalam kesesatan.

Orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan agama mudah terpengaruh oleh tipu daya syaitan. Mereka mungkin melakukan ibadah dengan niat yang baik, namun tanpa pengetahuan yang memadai, mereka bisa saja tersesat dari ajaran sebenarnya. Syaitan dengan mudah mengubah kebenaran menjadi kebatilan dan sebaliknya, dan orang-orang tanpa ilmu tidak mampu membedakan antara keduanya.

Rasulullah saw pernah bersabda bahwa seorang yang berilmu lebih berat bagi syaitan daripada 1000 orang ahli ibadah. Meskipun demikian, syaitan tidak pernah berhenti mencoba menggelincirkan manusia dari jalan Allah, bahkan orang-orang yang beribadah dengan tekun sekalipun. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk terus menuntut ilmu dan meningkatkan pemahaman agama agar terhindar dari tipu daya syaitan.

Orang yang berilmu melawan Syaitan

Ibn Abi al-Dunya menceritakan dari Ali bin 'Asim dari sebagian penduduk Basrah, dia mengatakan: "Ada seseorang yang berilmu menjalin persaudaraan dengan ahli ibadah. Syaitan berkata kepada iblis: 'Aku tidak bisa memisahkan kedua orang ini.' Iblis berkata: 'Serahkan mereka padaku.' Iblis menunggu di jalan yang dilalui oleh ahli ibadah itu. Saat ahli ibadah itu mendekat, iblis menyamar sebagai lelaki tua yang memiliki tanda sujud di antara kedua matanya. Iblis berkata kepadanya: 'Ada sesuatu yang sudah lama kusimpan dan ingin kutanyakan kepadamu.' Ahli ibadah menjawab: 'Tanyakan saja. Jika aku bisa menjawab, maka akan kutanggapi.' Iblis bertanya tentang kemampuan Allah dalam menciptakan segala sesuatu dalam satu telur tanpa menambah atau mengurangi ukurannya. Ahli ibadah terdiam. Iblis berkata: 'Pergilah.' Kemudian, iblis berkata kepada teman-temannya: 'Aku berhasil membuatnya ragu terhadap Allah.'

Kemudian, iblis menunggu di jalan orang berilmu. Saat orang berilmu itu mendekat, iblis menghampirinya dan berkata: 'Sudah lama aku menyimpan sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.' Orang berilmu itu menjawab: 'Tanyakan saja. Jika aku bisa menjawab, maka akan kutanggapi.' Iblis kembali bertanya seperti yang ditanyakan kepada ahli ibadah. Orang berilmu itu menjawab dengan yakin. Iblis tidak puas, lalu bertanya lagi. Orang berilmu itu menjawab dengan membaca ayat 82 surah Yasin, artinya: 'Sesungguhnya, keadaan kekuasaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah Dia berfirman: 'Jadilah!' Maka terjadilah.' Iblis berkata kepada teman-temannya: 'Lebih baik tinggalkan orang seperti ini.'

Orang yang berilmu memiliki iman yang kokoh, ikhlas, berani, dan tegas dalam mempertahankan kebenaran dan amalannya. Berbeda dengan orang jahil yang selalu dalam keraguan, sehingga mudah diperdaya oleh syaitan."


 

0 comments:

Posting Komentar