Rabu, 04 Maret 2026

Ibarat daun kering yang berguguran

Posted By: Aa channel media - Maret 04, 2026

Assalamualaikum wr. wb. Pada suatu hari, Abu 'Uthman dan Salman al-Farisi yang merupakan sahabat baik sedang duduk di bawah pohon. Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Salman mengambil sehelai daun kering dan menggoncangkannya. Daun-daun kering dari dahan itu pun berguguran satu per satu.

Abu 'Uthman dengan antusias memperhatikan kejadian tersebut. Salman kemudian menoleh ke arahnya sambil bertanya, "Mengapa kamu tidak bertanya mengapa aku melakukan hal ini?"

Abu 'Uthman tanpa ragu menjawab, "Ceritakanlah alasannya bagi tindakanmu tersebut."

Salman menjelaskan, "Karena inilah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW di depanku. Saat kami berada di bawah pohon, Baginda mengambil sebuah dahan kering dan menggoncangkannya hingga semua daun gugur.

Kemudian Baginda bertanya, 'Wahai Salman, mengapa kamu tidak bertanya mengapa aku melakukan ini?'

Aku pun bertanya, 'Beritahukanlah alasannya, ya Rasulullah.'

Baginda berkata: 'Jika seorang Muslim melakukan wuduk dengan sempurna, kemudian menunaikan solat fardu lima waktu, dosa-dosanya akan diampuni sebagaimana daun-daun yang gugur.' Rasulullah s.a.w. kemudian membaca ayat 114 surah Hud, yang mengingatkan umat Islam untuk mendirikan solat pada dua waktu siang dan pada waktu permulaan malam. 

Amalan kebajikan, khususnya solat, akan menghapuskan dosa-dosa. Perintah Allah sebagaimana yang terkandung dalam ayat tersebut, adalah peringatan bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran." (Riwayat Ahmad) Syeikh Latif al-Rahman al-Bahra'ijiy dalam kitabnya, Tahqiq al-Maqal fi Takhrij Ahadith Fadha'il al-A'mal, menyimpulkan bahwa hadis ini sahih li ghairih.

Dari hadis di atas, banyak hal yang dapat kita pelajari sebagai berikut:

1. Menyebarkan ilmu
Kita dapat melihat betapa besar kasih sayang para sahabat kepada Nabi s.a.w. Mereka sangat menghargai setiap detik yang dihabiskan bersama Beliau. Mereka selalu berusaha untuk menyebarkan ilmu yang mereka peroleh kepada orang lain dengan penuh cinta.

2. Percakapan yang bermanfaat
Nabi s.a.w. dan para sahabat menunjukkan kepada kita bagaimana percakapan yang bermanfaat dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Meskipun hanya duduk santai di bawah pohon, percakapan mereka sangat inspiratif.

Percakapan mereka mendorong satu sama lain untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat hubungan dengan-Nya, dan semakin memikirkan akhirat. Mereka membicarakan keutamaan dan kebaikan amalan sehingga mereka dapat beribadah dengan sungguh-sungguh. Mereka percaya akan janji-janji Allah. Perhatikan, percakapan antara Abu 'Uthman dan Salman tidak hanya terjadi di masjid atau majlis ilmu, bahkan saat mereka duduk di bawah pohon.

3. Pengampunan dosa
Hadis ini membawa kabar gembira tentang rahmat Allah yang begitu besar kepada umat ini. Tawaran pengampunan dosa dibuka lebar-lebar. Siapapun di antara kita yang tidak memiliki dosa dan kesalahan? Setiap detik kita lalui, kita terlibat dalam dosa dan kesalahan.

Nabi s.a.w. menyatakan bahwa dengan menjaga shalat lima waktu dengan sungguh-sungguh, dosa-dosa kita dapat diampuni. Renungkanlah... Jika sabda Beliau sudah cukup bagi kita, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengamalkannya. Apalagi hadis ini dikuatkan dengan firman Allah Taala



0 comments:

Posting Komentar