Senin, 02 Maret 2026

Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan membawa seseorang menuju syurga

Posted By: Aa channel media - Maret 02, 2026

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Nasa'i, Anas bin Malik menceritakan suatu kejadian yang terjadi saat ia berada di majlis bersama Rasulullah s.a.w. Pada suatu hari, ketika para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah s.a.w., Baginda mengatakan, "Sebentar lagi akan muncul di antara kalian seorang lelaki penghuni surga." Tak lama kemudian, muncullah seorang lelaki Ansar dengan janggutnya basah karena air wuduknya. Dia pun mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri.

Pada keesokan harinya, Rasulullah s.a.w., mengulangi perkataan yang sama, "Akan datang seorang lelaki penghuni surga." Dan benar saja, muncul lagi lelaki yang sama seperti sebelumnya. Nabi mengulangi hal yang sama sampai tiga kali.

Setelah majlis bersama Rasulullah selesai, Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a. memutuskan untuk mengikuti lelaki yang disebutkan oleh Nabi tersebut. Dengan sopan, dia meminta perlindungan kepada lelaki tersebut, "Saya baru saja bertengkar dengan ayah saya, dan saya berjanji untuk tidak menemuinya selama tiga hari. Bisakah kamu memberi saya tempat perlindungan selama tiga hari ini?"

Abdullah diizinkan oleh seseorang untuk tinggal di rumahnya selama tiga malam. Selama masa itu, Abdullah ingin melihat dengan jelas ibadah yang dilakukan oleh tuan rumah tersebut, yang dijanjikan oleh Rasulullah sebagai penghuni syurga. Namun, meskipun melakukan pengamatan selama tiga hari, Abdullah tidak melihat sesuatu yang istimewa dalam ibadah tuan rumahnya.

Abdullah berkata, "Setelah tiga hari, saya tidak melihat amalannya dengan jelas, sehingga saya hampir meremehkan amalannya. Saya berkata, 'Hai hamba Allah! Saya tidak pernah bertengkar dengan ayah saya dan tidak pernah menjauh darinya. Namun, saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. berbicara tentang Anda sebanyak tiga kali, 'Akan datang seseorang dari antara Anda sebagai penghuni syurga.' Saya ingin memperhatikan amalan Anda agar saya bisa mencontoh. Semoga dengan amalan yang sama, saya bisa mencapai kedudukan Anda."

Lelaki itu menjawab, "Apa yang saya amalkan tidak lebih dari apa yang Anda saksikan."

Ketika Abdullah hendak pulang, tuan rumahnya memanggilnya dan berkata, "Demi Allah, amalan saya tidak lebih dari yang Anda lihat. Saya hanya tidak pernah menyimpan niat buruk terhadap sesama Muslim, dan tidak pernah merasa dengki atas kebaikan yang Allah berikan kepada mereka."

Lalu saya berkata, "Betapa suci hatimu dari rasa buruk terhadap sesama Muslim dan betapa bersihnya hatimu dari rasa dengki, itulah yang membuatmu mencapai tingkatan terpuji seperti ini. Hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami lakukan." Hati yang bebas dari dengki dan prasangka terhadap sesama Muslim memang terlihat sederhana, tetapi sejatinya itu adalah akhlak yang mulia, yang diberkahi oleh Allah. Semoga kita dapat meneladani ibadah para penghuni Surga. Wassalamualaikum wr. wb.


 

0 comments:

Posting Komentar