Ketika kita melakukan solat, Allah mengingatkan kita untuk melakukannya dengan penuh khusyuk. Seperti yang Allah sampaikan dalam firman-Nya, "Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan melaksanakan solat; dan sesungguhnya solat itu adalah suatu kewajiban yang berat, kecuali bagi orang yang benar-benar khusyuk." (Surah al-Baqarah 2:45)
Memang tidaklah mudah untuk mencapai khusyuk dalam solat, karena syaitan selalu berusaha mengganggu agar manusia tidak bisa bersujud kepada Sang Pencipta.
Allah berfirman mengenai janji Iblis dalam surah al-Araf dengan bahasa yang menyatakan, "Kemudian aku akan menghadang mereka dari segala penjuru. Namun, kebanyakan dari mereka tidak akan bersyukur atau taat." (Surah al-Araf 7:17)
Tiga Simpulan Ini jelas, setan akan menggunakan berbagai cara untuk mengganggu manusia agar manusia lalai dan tidak fokus pada ibadah yang sedang dilakukan sehingga menyebabkan hidup manusia selalu dalam kelalaian. Setan tidak hanya mengganggu manusia saat shalat, bahkan sebelum shalat pun setan sudah menjalankan strateginya.
Sebagai contoh, sebuah hadis mengatakan bahwa ketika manusia tidur, setan telah mengikat dengan tiga ikatan dan ia membisikkan, menggoda agar dia terus tidur sehingga dia melewatkan shalat Subuh. Akibatnya, ketika manusia bangun, dia bangun dalam keadaan malas dan tidak bersemangat.
Hal ini telah dijelaskan secara rinci oleh Rasulullah, makna sabda Beliau: "Jika seseorang di antara kalian tidur, maka setan membuat tiga ikatan di lehernya yang berlangsung sepanjang malam tidurnya. Maka tidurlah, dan jika kamu terbangun, sebutlah (ingatlah) Allah, maka satu ikatan akan terlepas. Kemudian jika kamu berwuduk, maka akan terlepas satu ikatan, dan kemudian jika kamu melaksanakan shalat, maka akan terlepas satu ikatan lagi sehingga ia memulai paginya dengan semangat dan jiwa yang bersih. Jika tidak, maka jiwanya akan kotor dan berada dalam keadaan malas." (Muttafaq 'alaih)
Ragu-ragu atau tidak, batal atau tidak, begitu pula ketika seseorang sedang mendirikan salat. Setan tidak akan pernah berhenti mencoba mengganggu khusyuk orang yang sedang beribadah. Mereka menanamkan was-was dalam hati orang tersebut.
Ibnu Mas'ud pernah mengatakan, "Sesungguhnya setan mengelilingi seseorang saat dia sedang salat untuk mengganggu ibadahnya. Saat orang itu hampir selesai salat, setan meniup di belakangnya untuk membuatnya merasa bahwa dia telah berhadas. Jadi, janganlah berhenti salat sebelum benar-benar merasakan bau atau mendengar suara (kentut)."
Dalam riwayat lain, Ibnu Mas'ud juga mengungkapkan, "Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh manusia melalui pembuluh darahnya, hingga mereka mendekati seseorang saat dia sedang salat. Setan akan meniup di belakangnya dan membuatnya merasa basah di area kemaluannya. Kemudian setan akan berkata, 'Kamu sudah berhadas.' Jadi, janganlah menghentikan salat sebelum kamu benar-benar merasakan bau, suara, atau kebasahan."
Menguap saat sedang melaksanakan shalat merupakan anugerah dari Allah, sedangkan menguap dalam shalat berasal dari godaan syaitan." Ibn Abi Shaibah dan al-Tabari meriwayatkan dari Ibn Mas'ud, yang mengatakan: 'Menguap dan bersin saat shalat merupakan upaya syaitan." Imam al-Tarmizi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Bersin, mengantuk, menguap saat shalat, haid, muntah, dan hidung berdarah berasal dari syaitan." Ibn Abi Shaibah meriwayatkan dari Ali bin Abi Talib, yang mengatakan: "Dikisahkan bahwa syaitan memiliki botol berisi wewangian yang bisa dirasakan oleh manusia saat shalat sehingga mereka menguap."
Menurut riwayat Abdul Razzaq, dia menyatakan: "Sesungguhnya syaitan memiliki botol berisi wewangian. Ketika seseorang memulai shalat, syaitan membuat mereka menciumnya, sehingga mereka menguap. Oleh karena itu, disarankan bagi siapa pun yang mengalami hal tersebut untuk menutup kedua bibirnya."





0 comments:
Posting Komentar