Jumat, 20 Februari 2026

Penjelasan yang tegas mengenai mengapa babi diharamkan

Posted By: Aa channel media - Februari 20, 2026

Kode haram dalam makanan kemasan:

E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Pasti pernah kita tanyakan atau ditanya, bahkan diserang oleh orang lain.

Mengapa babi diharamkan? Bukankah semua ciptaan Allah itu baik dan memiliki manfaat?
Allah telah mengharamkan bagi kita untuk mengonsumsi bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Namun, jika seseorang dalam keadaan terpaksa dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. 2 Al-Baqarah:173)

Dalam Alkitab Kristen, juga jelas dinyatakan bahwa BABI ITU HARAM! Meskipun ayat-ayatnya telah diubah-ubah oleh gereja dari waktu ke waktu. Contohnya, dalam Imamat 11:7, tahun 1928 babi diharamkan, namun kemudian dalam tahun 1962, 1971, 1979, dan seterusnya, ayat tersebut mengalami perubahan menjadi "Babi HUTAN HARAM???". Hal ini menunjukkan bahwa manusia telah mengubahnya.

Jadi, babi diharamkan berdasarkan ajaran agama, baik itu dalam Islam maupun Kristen, meskipun ayat-ayatnya telah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

Jika ada umat lain yang mengatakan bahwa yang haram adalah babi hutan, tetapi babi ternakan tidak haram, itu sama sekali tidak benar. Karena bukti yang jelas dalam ayat lama menyatakan bahwa yang haram adalah babi, sehingga semua jenis babi itu haram. Dalam Qur'an, babi sudah jelas tertulis sebagai haram, tidak perlu penjelasan yang berlebihan, karena sejak awal hingga kiamat, Qur'an tidak akan berubah.

"Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Namun, jika seseorang dalam keadaan terpaksa dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Allah Maha pengampun, Maha penyayang." (QS. 2 Al-Baqarah: 173)

Ketika kita melihat ke Alkitab Kristen, terbagi menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pendeta sering mengatakan bahwa hukum-hukum dalam Perjanjian Lama sudah dihapus oleh Perjanjian Baru, namun hal ini tidak benar. Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru menyatakan bahwa Perjanjian Lama tidak akan pernah dihapus sampai kiamat.

Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi."

Karena itu, siapa yang mengabaikan bahkan yang terkecil dari hukum Taurat, dan mengajarkannya kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melaksanakan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.

Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik hukum Taurat menjadi tidak berlaku.

Sebagian orang menggunakan ayat-ayat dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma untuk mengklaim bahwa Perjanjian Lama (yang terdiri dari Taurat dan kitab para nabi terdahulu) telah ditiadakan. Namun, jelas dari perkataan Yesus bahwa Taurat tidak akan dihapuskan sedikit pun sampai akhir zaman.

Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan kita ikuti dan teladani? Apakah kita akan memilih untuk mengikuti kata-kata Yesus atau kata-kata Paulus? Siapa yang seharusnya kita cintai dan patuhi? Penting untuk dicatat bahwa ayat-ayat mengenai penghapusan Taurat dan Perjanjian Lama ini adalah pokok penting, karena konsekuensi dari masalah ini dapat menimbulkan masalah lainnya.

Sekarang, kita harus memilih dengan bijak dan berdasarkan pada firman Tuhan.

Kembali ke masalah babi, terdapat pertanyaan yang diajukan: "Mengapa babi dianggap haram jika sekarang babi diternakkan dengan kebersihan dan proses sterilisasi yang baik? Bagaimana mungkin babi terjangkit cacing pita atau bakteri lainnya?"

Seorang ulama Arab menjawab pertanyaan tersebut dengan meminta untuk menyediakan 3 ekor ayam (2 jantan dan 1 betina) dan 3 ekor babi (2 jantan dan 1 betina). Ketika 3 ekor ayam dimasukkan ke dalam satu kandang, ayam jantan saling berkelahi untuk memperebutkan betina. Namun, ketika 3 ekor babi ditempatkan dalam satu kandang, kedua pejantan babi justru saling bantu dalam menyetubuhi betina, bahkan kadang-kadang sesama jantan melakukan hubungan seksual. Anak babi dewasa bahkan menyetubuhi ibu kandungnya sendiri.

Hal ini menggambarkan bahwa meskipun babi dianggap steril, tetap saja perilaku mereka dapat membawa dampak buruk bagi yang mengonsumsinya. Perilaku babi yang tidak terkontrol juga dapat menjadi contoh buruk bagi manusia, seperti penyakit seks bebas, selingkuh, dan pernikahan sesama jenis.

Bahkan, meskipun babi dianggap steril, penyakit babi tetap melekat pada DNA mereka, yang mirip dengan DNA manusia. Konsumsi daging babi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti peningkatan kolesterol, kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik.

Ilmu pengetahuan modern juga menemukan bahwa virus-virus berbahaya, seperti virus influenza, dapat hidup dan berkembang pada babi. Sebuah contoh yang menggambarkan betapa miripnya rasanya daging manusia dengan daging babi adalah pengakuan seorang penjahat kanibal di Jerman.

Dengan demikian, meskipun babi dianggap steril, tetap saja ada risiko dan bahaya yang terkait dengan konsumsi daging babi. Oleh karena itu, larangan mengonsumsi babi dalam agama Islam adalah untuk melindungi umat dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh babi.

Banyak penyakit lain yang bisa ditularkan oleh daging babi, seperti kolera babi, keguguran nanah, kulit kemerahan, penyakit pengelupasan kulit, dan benalu eskares. Hal ini membuat seseorang untuk segera menjauhi babi.

Fakta-fakta menarik berikut juga perlu diperhatikan. Babi adalah hewan yang sangat rakus dalam makanannya, bahkan ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi jika perlu. Babi juga dikenal memakan segala macam kotoran di depannya, termasuk kotoran manusia, hewan, atau tumbuhan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Daging babi juga diketahui sebagai penyebab utama kanker anus dan kolon, terutama di negara-negara yang penduduknya banyak mengonsumsi babi. Selain itu, daging babi juga mengandung cacing pita dan memiliki kandungan kolesterol serta asam urat yang tinggi, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia.

Menurut Daniel S. Shapiro, M.D., terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa ditularkan oleh babi. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dan menghindari konsumsi daging babi untuk menjaga kesehatan kita.

Munculnya kasus Japanese Encephalitis (JE) di Malaysia telah membuat semua orang kembali waspada. Ancaman baru muncul yang berasal dari babi.

Ada satu hal penting yang perlu diketahui, bahwa cacing-cacing dan telur mereka tidak akan mati meskipun daging dimasak pada suhu 100 derajat Celcius! Cacing hanya akan mati jika dimasak pada suhu yang jauh lebih tinggi, namun suhu yang terlalu tinggi juga dapat merusak daging dan membuatnya berbahaya bagi manusia meskipun cacingnya sudah mati.

Babi adalah hewan yang sangat kotor karena kebiasaannya memakan apa saja, mulai dari bangkai hingga kotorannya sendiri bahkan kotoran manusia. Secara psikologis, babi memiliki kecenderungan malas, tidak suka terkena sinar matahari, doyan makan dan tidur, bahkan bisa melakukan perkosaan terhadap induknya sendiri atau sesama jenis, bahkan menjadi kanibal dalam satu masa.

Memang benar bahwa dalam tubuh sapi juga terdapat cacing, seperti T. Saginata. Namun, cacing yang ada pada babi sering kali juga menjadi tempat hidup bagi cacing jenis ini. Perlu dicatat bahwa cacing Saginata yang ada pada babi dapat berkembang biak dalam tubuh manusia, sementara yang ada pada sapi hanya bisa hidup di tubuh sapi dan tidak dapat hidup di tubuh manusia, walaupun sudah masuk ke dalam tubuh manusia. Hal ini bisa disebabkan oleh proses memasak yang tidak sempurna dalam tubuh babi.

Daging babi juga sulit dicerna karena kandungan lemaknya yang sangat tinggi. Berikut adalah tabel kadar lemak dalam daging babi dan hewan lainnya:

  • Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%
  • Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%
  • Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%

Selain itu, jika dibiarkan di udara terbuka, daging babi akan menjadi yang pertama busuk, diikuti oleh daging domba dan sapi. Namun, jika dimasak, daging babi akan menjadi yang paling lambat masaknya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa daging kambing dan sapi membutuhkan waktu 3 jam untuk dicerna secara sempurna, sementara daging babi membutuhkan waktu 5 jam.

Jika ada yang bertanya mengapa babi diciptakan, kita bisa menjawab bahwa ada pelajaran yang bisa dipetik dari tubuh babi, seperti menghindari virus flu. Namun, kita juga harus memastikan bahwa daging babi aman dari parasit dan lemak tinggi sebelum mengonsumsinya.

Babi juga merupakan ujian keimanan kita, di mana para Nabi, Rasul, dan sahabat langsung menerima larangan terhadap babi tanpa penjelasan ilmiah. Sebagai umat muslim, kita beruntung karena mengikuti ajaran yang telah disucikan oleh Qur'an.

Islam telah melarang mengonsumsi darah, dan analisis kimia menunjukkan bahwa darah mengandung tingkat asam urat yang tinggi, senyawa berbahaya yang bersifat racun bagi kesehatan manusia. Asam urat merupakan hasil metabolisme tubuh yang tidak sempurna akibat kandungan purin dalam makanan. Dalam tubuh, hanya 2% asam urat dikeluarkan, sementara 98% sisanya disimpan dan dibuang melalui ginjal.

Prosedur penyembelihan hewan dalam Islam dilakukan dengan cara menyebut nama Allah dan memotong urat nadi leher hewan untuk memastikan darah habis dari tubuhnya. Hal ini dilakukan agar darah tidak menggumpal dan mencemari daging, menjadikannya beracun. Pengebalaan babi tidak dilakukan di leher karena babi tidak memiliki leher secara alamiah.

Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi adalah inang dari banyak parasit dan penyakit berbahaya. Babi juga memiliki sistem biochemistry yang hanya mengeluarkan sedikit asam urat, sehingga tidak layak dikonsumsi. Beberapa kasus menunjukkan dampak negatif dari mengonsumsi daging babi, seperti infeksi cacing yang berpindah ke otak.

Mengonsumsi daging babi dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti terjadi pada seorang perempuan setelah mengonsumsi daging babi. Telur cacing menempel di dinding usus dan bergerak melalui peredaran darah hingga ke otak, menyebabkan disfungsi organ di sekitarnya. Penyakit cacing pita merupakan penyakit berbahaya yang dapat terjadi melalui konsumsi daging babi.

Cacing pita berkembang di dalam usus 12 jari manusia dan akan dewasa dalam beberapa bulan. Mereka dapat mencapai jumlah hingga 1000 ekor dengan panjang antara 4 hingga 10 meter, terus hidup di dalam tubuh manusia dan melepaskan telur melalui tinja.

Tidakkah mereka memperhatikan Al Quran? Jika Al Quran bukan berasal dari Allah, tentu akan ada banyak pertentangan di dalamnya. (QS. 4 An-Nisaa':82) Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, maka itu tidak akan diterima darinya, dan dia termasuk orang yang rugi di akhirat. (QS. 3 Ali Imran:85)

Saluran pernapasan babi berperan penting dalam penyebaran penyakit berbahaya. Itu hanya salah satu alasan di balik larangan memakan babi oleh Allah. Ada banyak kebijaksanaan lain di balik larangan tersebut, seperti:

- Babi mengandung belerang dalam jumlah tinggi, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jika dikonsumsi secara berlebihan.

- Babi juga mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kelainan bentuk jaringan, serta meningkatkan risiko obesitas dan kanker.

Semua ini menunjukkan pentingnya mematuhi larangan Allah terkait konsumsi babi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita.

Memakan daging babi dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti eksem, dermatitis, dan neurodermatitis karena adanya zat histamin dan imtidazol. Selain itu, daging babi juga dapat menyebarkan cacing trichina yang dapat mengakibatkan kelumpuhan otot-otot penting seperti otot mengunyah dan menelan. Cacing ini juga dapat menyebabkan infeksi serius seperti meningitis dan bahkan kematian.

Babi juga diketahui sangat berlemak dan mengandung zat beracun seperti sutoxin yang dapat memicu berbagai penyakit termasuk pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung. Pengonsumsian daging babi juga telah dikaitkan dengan infeksi flu babi yang merupakan wabah di zaman akhir.

Penting untuk memahami hikmah di balik larangan memakan babi yang telah ditetapkan oleh Allah. Walaupun mungkin tidak semua alasan larangan tersebut dapat dipahami dengan akal manusia, namun sebagai orang beriman, kita harus taat terhadap perintah-Nya. Al-Quran merupakan mukjizat terbesar yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memperkuat keimanan kita kepada Allah sebagai sumber segala kebenaran. Penemuan-penemuan ini menegaskan kebenaran Al-Quran dan mendorong kita untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab suci tersebut. Al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia, dan kebenaran-Nya akan terus terbukti seiring dengan perkembangan zaman.

Semoga pesan ini dapat menjadi renungan bagi semua, terutama bagi mereka yang meninggalkan agama hanya karena terpengaruh oleh dunia.

Sebanyak 25 juta Muslim dinyatakan sebagai murtad antara tahun 1950-2004 menurut 3 sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam, dan Pihak Kristen, meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam jumlahnya. Namun, pertanyaannya adalah, berapa jumlah murtadin antara tahun 2005-2010? Berapa jumlah murtadin sebelum tahun 1950? Dan berapa jumlah murtadin di negara-negara lain seperti Afrika, Malaysia, dan negara lainnya?

Belum lagi mereka yang terpengaruh oleh pandangan liberal yang menyatakan bahwa semua agama sama. Berapa jumlah Muslim yang hanya setengah hati dalam keyakinannya karena terpengaruh oleh media massa? Dan berapa banyak Muslim yang meragukan ajaran Islam?

Kita juga perlu memperhatikan jumlah "Islam Keturunan" yang hanya menjalankan ajaran agama tanpa pemahaman yang mendalam. Sampai kapan kita harus bertoleransi terhadap hal-hal yang merugikan keyakinan kita?

Kita memiliki hak untuk membela diri dan keturunan kita! Mari hidupkan kewajiban dakwah bagi setiap individu Muslim, sampaikan dengan hikmah dan cara yang baik.

Tidak benar bahwa semua agama sama, karena hanya Islam yang merupakan agama yang benar. Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa siapa pun yang mencari agama selain Islam tidak akan diterima. Oleh karena itu, kita perlu berbuat baik kepada sesama Muslim dan menegakkan kebenaran.

Subhanallah... adalah bukti yang jelas bahwa Islam adalah agama yang benar, baik dari segi ilmiah, nalar, sejarah, dan bahkan dari kitab agama lainnya. Mari kita bersama-sama memperkuat keyakinan kita akan kebenaran Islam.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


 

0 comments:

Posting Komentar